TNI Bantu Warga Tapal Meningkatkan Perekonomiannya Dengan Seni

TNI Bantu Warga Tapal Dengan Seni

Satgas RI-RDTL Sektor Barat yang merupakan prajurit TNI bantu warga Tapal meningkatkan perekonomiannya. Mereka ditugaskan untuk mengajarkan seni dengan menggunakan sumber daya alam di wilayah tersebut. Selain itu, mereka juga ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat yang menetap di garis depan negeri. Para prajurit ini mengajarkan cara membuat miniatur perahu dan kesenian lainnya dari kayu ataupun bahan bekas lainnya.

Mako Satgas Pamtas Sektor Barat Yonif 742/SWY di Eban ini berletak di Eban, Kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara. Markas ini tidak terlihat seperti markas militer yang biasanya dianggap seram oleh masyarakat sekitar. Mereka memanfaatkan lapangan olahraga dan sebuah mobil operasional yang dirancang khusus lengkap dengan tenda dan peralatan listrik yang memadai.

Masyarakat terlihat sangat antusias membuat berbagai kerajinan tangan maupun lukisan pasir. Sebelumnya, para prajurit yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing memang ditugaskan untuk mengajarkan kesenian tersebut.

Hampir seluruh warga yang tinggal di Tapal batas berprofesi sebagai petani ladang. Ladang mereka selalu ditanami tanaman berumur panjang yang bisa mempengaruhi perekonomian mereka disaat musim kemarau yang panjang.

Para prajurit ini memang ditugaskan untuk mengamankan perbatasan atau menjaga patok negara sesuai UU 34. Namun, mereka juga ditugaskan untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Mereka pun memanfaatkan sumber daya alam yang ada di wilayah tersebut untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Salah satu masyarakat yang ikut dalam pelatihan tersebut mengaku senang walaupaun sulit. Awalnya ia merasa sulit namun sangat senang karena hasil miniatur seperti kapal dan lukisan pasir laku dibeli warga. Sebagian dari warga membeli saat dipamerkan pada HUT kabupaten TTU, bahkan terjual hingga negara Timor Leste.

Tidak hanya miniatur yang diajarkan kepada masyarakat. Satuan ini juga merubah ruangan yang tidak dipakai di semua pos perbatasan yang berada di wilayah Timor Tengah Utara. Mereka merubahnya menjadi taman baca bagi anak-anak.

Baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!