Tersangka Pembakar Pria Hidup-hidup di Bekasi Ditangkap Polisi

Tersangka Pembakar Pria Ditangkap

Polres Metro Bekasi telah berhasil menangkap tersangka pembakar pria hidup-hidup yang berinisial MA tersebut. Awalnya pihak polres telah membentu tim khusus untuk memburu lima orang terduga terlibah aksi pengeroyokan dan pembakaran ini.

Kelima orang tersebut berperan sebagai pelaku pengeroyokan, penyiman bensin, dan penyulut api ke tubuh MA. Hal itu diketahui dari bukti petunjuk, keterangan sejumlah saksi, dan keterangan dua tersangka setelah ditangkap warga di sekitar Pasar Muara Bakti.

Awalnya ada sembilan orang warga yang diamankan. Diduga sembilan orang tersebut terlibat aksi pengeroyokan dan pembakaran terhadap MA. Namun, dari temuan alat bukti, baru dua orang yang bisa ditetapkan sebagai tersangka, yakni NA dan SU.

NA merupakan pegawai swasta berperan menendang perut MA sebanyak satu kali dan bagian punggung dua kali. Sementara SU, petugas security melakukan penendangan sebanyak dua kali ke tubuh MA.

Pihak kepolisian telah mengindentifikasi sedikitnya lima orang yang lain dengan perannya masing-masing. Di antara perannya adalah orang yang menyiram tubuh korban dengan bensin, menyulutkan api. Selain itu, ada juga yang berperan memukul dengan benda tumpul.

MA yang merupakan warga Cikarang Utara tersebut tewas setelah diamuk dan dibakar hidup-hidup oleh massa. Kejadian itu di sekitar Pasar Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi pada hari Selasa (1/8/2017).

Pada wawancara sebelumnya Istri dari MA, Siti menyatakan keraguan kalau suaminya seorang pencuri. Selama ini memang pekerjaan suaminya tersebut merupakan tukang servis amplifier. Ayah siti juga mengatakan kalau menantunya merupakan seseorang yang rajin beribadah.

Meski demikian, cerita tersebut dibantah oleh pihak kepolisian yang telah melakukan investigasi. Mereka menjelaskan kalau hasil penyelidikan sementara korban yang tewas dibakar diduga kuat memang melakukan pencurian amplifier.

Sebenarnya Joya awalnya akan dibawa ke balai desa untuk diamankan. Namun, jumlah warga yang ingin mengamankan pria tersebut kalah banyak dengan jumlah massa yang ingin menghakiminya.

Selain berita di atas ini, baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!