Sepupu Presiden Filipina Menjadi Korban Pertempuran di Marawi

Sepupu Presiden Filipina Meninggal

Filipina tengah berduka, karena sepupu Presiden Filipina menjadi salah satu korban pertempuran kelompok militan Maute di Marawi. Hilangnya sosok Rodrigo Duterte dari muka publik ternyata memiliki alasan tersendiri. Hal itu ia sampaikan resmi di hari Idul Fitri.

“Sepupu saya yang bertempur dengan Maute, gugur. Dia jadi salah satu korban tewas di Marawi,” Ujar Duterte di hadapan sejumlah tamu merayakan Idul Fitri di Istana Kepresidenan, Rabu (28/6).

Duterte menyebutkan dirinya sudah memperingatkan sepupunya untuk tidak ikut pertempuran. Namun sayangnya hal tersebut tidak didengarkan dan berakibat tewasnya seorang dari keluarga Duterte.

Mantan Wali Kota Davao sempat meminta maaf kepada warga Filipina atas pertempuran di Marawi. Dia mengaku langsung mengetahui pertempuran ini akan berlangsung dalam waktu lama.

“Saya tidak senang melihat warga Filipina tewas. Saya tidak ingin kalian menderia, saya tidak puas bahkan jika memenangkan perang ini. Saya ingin perang ini cepat selesai,” jelasnya.

Duterte juga berjanji jika perang selesai, dia akan membangun kembali kota yang telah hancur akibat perang tersebut. “Saya akan membangun kembali Marawi,” janjinya.

Duterte disebutkan tidak tampil di hadapan publik selama beberapa waktu. Padahal, umumnya sang presiden memiliki jadwal yang sibuk dan kerap memberi pidato panjang beberapa kali sehari. Terakhir kalinya Duterte tamping di muka publik sepekan yang lalu. Kemudian, Warga juga khawatir kesehatan Duterte memburuk dipicu ketegangan yang terjadi di Marawi.

Pertempuran antara militer Filipina dengan kelompok Maute yang berbaiat ke Negara Islam Irak dan Syam sudah berlangsung selama enam pekan. Namun, semuanya dibantah Ernesto Abella, jubir Duterte. “Duterte baik-baik saja. Dia sangat baik, hanya sibuk sekali,” ujarnya.

Selain berita di atas, baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

sepupu presiden filipina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!