Artis FTV Roro Safitri Ditangkap Polisi Setelah Membeli Narkoba

Artis FTV Roro Safitri Ditangkap Polisi

Roro Safitri ditangkap polisi bersama sang kekasih yang bernama Canggih Putra Pratama karena telah menggunakan narkoba. Diduga ia memakai narkoba jenis ganja dan sabu. Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali menangkap seorang publik figur yang sebelumnya juga sudah mengamankan sejumlah artis lainnya.

Kasubdit I Narkotika Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvin mengatakan kejadian tersebut berawal pada senin 23 oktober lalu. Tepat jam 21.00 WIB, ada seorang driver ojek online yang bernama Haryanto membuat laporan ke pihaknya. Ojek online itu melapor karena dirinya mendapatkan pesanan pengiriman paket atau barang tanpa melalui aplikasi secara resmi. Kejadian tersebut terjadi di daerah Tebet, Jakarta Selatan.

Saat itu Haryanto diberikan uang sebesar Rp 300 ribu, untuk mengantar paketan tersebut ke daerah Modern Landa Tangerang Kota. Tapi, Haryanto pun justru mengirimkan paketan tersebut ke Unit IV Subdit I Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya. Hal itu ia lakukan karena untuk segera melaporkan paketan itu.

Kemudian, tim unit IV Subdit I Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya segera membuka paketan tersebut. Pembukaan paket dipimpin oleh AKBP Jean Calvijn dan disaksikan oleh driver ojek online tersebut. Setelah dibuka terdapat satu kotak jam merek Swiss Army. Didalam kotak tersebut ditemukan satu bungkus rokok Sampoerna Mild yang berisi satu kantong pastik klip. Diduga kantong tersebut berisi narkotika jenis sabu dan satu buang cangklong.

Roro Safitri Ditangkap Polisi yang Menyamar jadi Gojek

Setelah menemukan sejumlah narkotika tersebut, tim unit langsung menimbang berat sabu tersebut. Diketahui berat brutto 0,5 gram. Kemudian, tim pun mengambil tindakan awal yaitu membuat Laporan Polisi model A dan melakukan cek laboratorium sementara.

Selanjutnya paketan tersebut dibungkus kembali dan salah seorang dari tim melakukan penyamaran sebagai onjek online menggantikan sodara Haryanto. Setelah sampai di tempat tujuan, tim penyamaran menelpon seseorang yang akan menerima paketan tersebut. Beberapa menit kemudian seorang laki-laki keluar dari rumah untuk menerima paketan tersebut.

Setelah barang paketan tersebut diterima oleh seorang laki-laki yang bernama Canggih dan dengan segera tim melakukan penangkapan. Setelah dilakukan penangkapan, tim melakukan penggeledahan rumah tersangka yang di saksikan oleh kedua orang tua saudara Canggih. Saat ingin melakukan penggeledahan di kamar Canggih, ternyata di dalam rumah itu terlihat adanya Safitri. Ditemukan juga beberapa barang bukti berupa narkotika jenis ganja dengan berat brutto 86,54 gram.

Pasal yang disangkakan terhadap tersangka yaitu Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 115 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!