PRIA MENGAMUK DI RUMAH SAKIT LIHAT JENAZAH ISTRINYA DICABULI

PRIA MENGAMUK DI RUMAH SAKIT LIHAT JENAZAH ISTRINYA DICABULI

PRIA MENGAMUK DI RUMAH SAKIT LIHAT JENAZAH ISTRINYA DICABULI : Seorang pria di La Paz Bolivia tengah dirundung duka setelah istri yang amat dicintainya meninggal dunia. Kesedihannya semakin berlipat ganda ketika dia memergoki seorang perawat pria melakukan hubungan seks dengan jenazah istrinya di rumah sakit.

Kepala Kepolisian La Paz Douglas Uzquinano mengatakan insiden itu terjadi sekitar satu jam setelah perempuan itu meninggal dunia di Hospital de Clinicas di La Paz pada hari itu. Setelah meninggal jenazah perempuan itu kemudian dipindahkan ke kamar mayat rumah sakit tersebut. Dan tak lama berselang suami perempuan itu juga datang kembali untuk kali yang terakhirnya.

Namun ternyata dia mendapati sang perawat yang disebut bernama Grover Macuchapi (27) tengah berbuat tak senonoh dengan jenazah istrinya. Setelah puas memukuli perawat itu barulah pria yang berduka tersebut melapor ke polisi yang langsung menangkap si perawat tersebut. Dihadapan Polisi perawat itu mengatakan seolah-olah ada yang menuntunnya ke kamar mayat untuk melakukan perbuatan tercela itu.

Perempuan yang tak disebutkan namanya itu meninggal dunia dalam usia 28 tahun hanya satu jam sebelum sang perawat memperkosanya. Sementara itu Jaksa penuntut mengatakan Machucapi tak bisa dijerat dengan tuduhan melakukan necrofilia atau berhubungan seks dengan jenazah. Hal itu tak bisa dilakukan karena undang-undang yang mengatur masalah necrofilia ini tak ada di Bolivia.

Tak hanya sekali atau dua kali pria ini akhirnya mengaku setidaknya 100 kali menyetubuhi jasad mayat di rumah sakit tempat dia bekerja. Kenneth Douglas (60) mengaku biasa melakukan perbuatan bejatnya saat mabuk atau setelah mengonsumsi narkoba. Douglas yang bekerja sebagai petugas kamar mayat di Ohio Amerika Serikat melakukan kejahatan seksualnya saat bertugas shift malam.

Pada tahun 1991 dan 1992 Douglas telah menyetubuhi tiga mayat. Hingga kasusnya terungkap Douglas melarikan diri dan menghilang. Atas tuntutan semua pihak terutama keluarga jenazah yang menjadi korban pelecehan seksual. Sang pelaku Douglas harus mendekam di dalam sel tahanan.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!