Posko Relawan Ahok Dipenuhi Warga Karena Tak Bisa Coblos

Warga Lapor ke Posko Relawan Ahok Karena Tidak Bisa Menggunakan Hak Suaranya

Pasangan cagub nomer urut dua membuka posko relawan ahok. Tujuannya adalah bagi warga yang tidak bisa menggunakan hak suaranya pada Pilgub DKI 15 Februari kemarin dapat melapor ke posko ini. Hingga saat ini tercatat sudah sebanyak 1.600 orang yang melapor karena tidak bisa mencoblos pada hari pemilihan lalu.

Lokasi pengaduan ini ada di beberapa posko pemenangan Ahok-Djarot. Seperti di Rumah Lembang dan Rumah Borobudur. Pengaduan tak hanya soal warga yang tidak bisa mencoblos. Relawan Ahok-Djarot juga menerima berbagai bentuk laporan kecurangan yang terjadi di Pilgub DKI.

Hari ini merupakan hari terakhir sejak posko pengaduan dibuka mulai dari tanggal 16 Februari kemarin. Jumlah aduan yang sudah diterima oleh relawan sudah mencapai 1.600 laporan.

“Kalau untuk saat ini posko kita di sini sudah sekitar 1.600 orang. Tercatat dari 16 Februari 2017,” ungkap anggota tim hukum dan advokasi Badja, Martin Pasaribu di Rumah Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2/2017).

Pantauan di lokasi, masih terlihat sejumlah warga berdatangan untuk melaporkan aduan ke posko relawan Ahok-Djarot. Menurut Martin, jumlah aduan itu belum termasuk aduan dari masyarakat yang melapor ke partai-partai pengusung.

Baca Juga : Pilgub DKI Berlangsung Putaran Kedua, Ahok-Djarot Sulit Diperkirakan Sulit Menang

“Ini kan dari beberapa partai pendukung juga buat laporan pengaduan juga. Sampai saat ini kan kita belum melakukan pertemuan. Nanti kita atur lagi total jumlahnya berapa,” lanjutnya.

Sejauh ini ada berbagai jenis laporan yang diajukan oleh masyarakat. Dari warga yang pada Pilpres 2014 merupakan pemilih namun di Pilgub DKI 2017 tidak masuk DPT. Tidak hanya itu, beberapa warga tidak bisa mencoblos dikarenakan kertas suara yang habis.

“Mereka sudah masuk dalam lingkaran TPS, kertas suara habis. Terus ada juga, kertas suara habis tapi pindah TPS yang masih dalam lingkup satu RW, surat edaran KPUD itu memperbolehkan, tapi mereka juga ditolak,” jelas Martin.

Salah seorang warga yang datang ke posko pengaduan di Rumah Borobudur, Lukman Yusuf, mengaku tidak bisa memilih karena tak memiliki surat keterangan. Padahal dia sudah berusaha mengurusnya sejak jauh hari sebelum pencoblosan.

Lukman mengaku terbantu oleh adanya posko pengaduan relawan Ahok-Djarot itu. Nantinya ia akan diminta menjadi saksi saat relawan Badja mengurus soal kecurangan-kecurangan di Pilgub DKI kepada pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!