Polisi Menggerebek Tempat Spa Gay di Ruko Plaza Harmoni

Menggerebek Tempat Spa Gay di Harmoni

Baru-baru ini polisi menggerebek tempat spa gay yang terletak di Ruko Plaza Harmoni, Jalan Suryo Pranoto, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat lalu. Kejadian tersebut sekitar pukul 22.00 WIB. Diduga bahwa lokasi tersebut dijadikan tempat prostitusi lelaki pecinta sesama jenis atau gay.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan untuk masuk ke spa tersebut para pengunjung dikenakan biaya. Dari hasil investivigasinya ia mengatakan bahwa biaya masuk tersebut dikenakan Rp 165.000 per orang. Hampir dipastikan semua pengunjung yang datang merupakan lelaki pecinta sesama jenis atau gay. Para pengunjung biasanya melampiaskan hasrat seksual mereka dengan pasangannya atau sendiri di tempat tersebut. Selain itu tempat spa tersebut juga menyediakan berbagai sex toys, kondom, dan juga pelumas.

“Tempat spa hanya untuk kamuflase. Pengunjung bisa masuk spa ini sendiri, bisa berdua. Laki-laki berpasangan masuk spa itu kemudian sendiri juga bisa. Tiketnya 165.000 dapat kondom dan minyak pelumas,” ujar Argo di Polres Metro Jakarta Pusat.

Enam Tersangka dari Menggerebek Tempat Spa Gay

Argo belum mau membeberkan lebih jauh mengenai operasional prostitusi gay yang berkedok pusat kebugaran pria tersebut. Termasuk sejak kapan spa tersebut mulai beroperasi maupun bagaimana cara komunitas itu berhubungan.

“Ini baru tadi malam, baru juga kita akan periksa detil mendetil. Tunggu saja,” ucapnya.

Sebelumnya, sedikitnya 51 orang diamankan saat sedang menggelar pesta gay tersebut. Tujuh di antaranya merupakan warga negara asing. Rata-rata dari mereka berusia 20 tahunan dari berbagai latar belakang.

“Ada 7 WNA, 4 WNA China, 1 Singapura, 1 Thailand, 1 Malaysia,” jelas Argo saat memberikan keterangan.

Sejauh ini polisi sudah menetapkan setidaknya enam orang sebagai tersangka atas kasus tempat porstitusi sesama jenis tersebut. Enam diantaranya merupakan pemilik tempat tersebut, pengelola, hingga pegawai. Namun sejauh ini masi ada satu orang pengelola yang masuk di daftar pencarian orang.

“Kita menetapkan 6 orang tersangka 1 orang inisial H masih DPO. Tersangka yaitu, GG, GCMP, NA, ES dan K. Ada lima yang hari ini dilakukan penahanan,” kata Argo.

Baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!