Pidato Rasis Anies Seusai Dilantik Jadi Gubernur DKI Jakarta

Pidato Rasis Anies Seusai Dilantik

Baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Gubernur DKI, pidato rasis Anies nampaknya menjadi kontroversi. Anies Baswedan baru saja menyampaikan pidato politik pertamanya sebagai gubernur namun dinilai mengandung SARA. Salah satu topik dalam pidato yang dibahas Anies adalah membebaskan diri dari kolonialisme.

Di hadapan ribuan warga Jakarta yang hadir di Balai Kota, Anies menyambut penindasan di Jakarta cukup nyata dengan adanya kolonialisme. Dia juga sempat menyinggung perihal pribumi dalam pidatonya tersebut.

“Di Jakarta, kolonialisme itu di depan mata, dirasakan sehari-hati. Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan, kini saatnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ucap Anies dalam pidatonya.

Akibat dari pidatonya tersebut, Anies baswedan dianggap membangkitkan kebencian rasial. Lewat akun facebooknya, Muannas alaidid seorang habib dan juga pengacara muda keturunan arab terlihat geram dengan pidato tersebut. Hal geram tersebut iya ekspresikan lewat komentar tegas dan lucu dalam akun facebooknya.

“UU No.40 Th.2008 Ttg penghapusan diskriminasi ras & etnis telah meniadakan istilah pribumi/cina yg ada WNI. blum satu hari dilantik sdh begini, statement yg memprihatinkan gmn mau merangkul” tegas muannas alaidid.

Pidato Rasis Anies Menuai Kontroversi

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu juga menggunakan pepatah Madura. Pepatah tersebut dianggap sebagai gambaran pihak yang menggunakan hasil jeruh payah seseorang tanpa berusaha terlebih dahulu. “Jangan sampai Jakarta seperti ditulis pepatah Madura ‘Itik seng a telur ayam sing mengerami. Kita yang bekerja keras untuk merebut kemerdekaan. Kita yang bekerja keras untuk menghapuskan kolonialisme,” ujar Anies.

Dalam pidatonya, dia mengatakan bahwa Jakarta tidak berdasarkan hanya satu agama. Sama halnya agar tidak alergi terhadap agama apapun. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Anies dan Sandi baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur-Wagub DKI. Keduanya akan menjadi pimpinan Jakarta pada periode 2017-2022 menggantikan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Selain berita di atas, baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!