Pernytaan Hakim Kasus Ahok, Surat Dakwaan Cermat, Jelas dan Lengkap

Surat Dakwaan Pernytaan Hakim Kasus Ahok Cermat, Jelas, dan Lengkap

Pernytaan Hakim Kasus Ahok Majelis hakim menyatakan persidangan dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dilanjutkan ke pokok perkara. Majelis hakim menganggap bahwa dakwaan yang dibuat jaksa penuntut umum telah cermat, jelas, dan lengkap.

“Pengadilan berpendapat bahwa dakwaan jaksa penuntut umum telah memenuhi ketentuan Pasal 143 ayat 2 a dan b KUHAP karena telah menguraikan dakwaan dengan cermat, jelas, dan lengkap”.¬†Ujar majelis hakim saat membacakan putusan sela dalam persidangan di gedung eks PN Jakpus. Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).

Menurut majelis hakim, sesuai dengan ketentuan di Pasal 143 ayat 2 KUHAP, dalam surat dakwaan telah dicantumkan tanggal dan ditandatangani. Surat dakwaan juga telah berisi nama lengkap, tempat lahir, umur atau tanggal lahir, jenis kelamin, kebangsaan, dan agama tersangka.

“Uraian secara jelas, cermat, dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan dengan menyebut waktu dan tempat pidana yang dilakukan,” jelas majelis hakim. Penasihat hukum merasa keberatan dengan tidak dijelaskannya akibat perbuatan yang dilakukan Ahok. Menurut majelis hakim, hal tersebut tidak perlu.

“Sedangkan mengenai alasannya, yaitu dakwaan hanya mencantumkan perbuatan yang disangkakan tanpa mencantumkan akibatnya, pengadilan menilai hal demikian tidak perlu,” tutur majelis hakim.

Massa Hadir di Sekitar Pengadilan, Beri Dukungan untuk Ahok

Jakarta – Meski para relawan dari Rumah Lembang urung berangkat ke arena persidangan untuk memberi dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tetap ada pendukung Ahok yang memberi dukungan di sekitar arena persidangan.

Berdasarkan pantauan di depan bekas gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat. Selasa (27/12/2016) sekitar pukul 09.00 WIB, pendukung Ahok tampak berkumpul di sisi kanan gedung pengadilan.

Mereka mengenakan kemeja kotak-kotak dan menyanyikan yel-yel untuk menyemangati Ahok. Beberapa di antaranya juga membawa spanduk untuk mendukung Ahok. Seorang pendukung mengaku jauh-jauh datang dari Surabaya untuk memberi dukungan kepada Ahok. “Khusus menyampaikan mengawal sidang ini, Ahok tidak boleh ditahan,” ujarnya.

Sebelumnya, pendukung Ahok di Rumah Lembang memutuskan tidak datang ke pengadilan dan memilih memantau dari markas kampanye di Menteng, Jakarta Pusat, itu. Mereka mempertimbangkan alasan keamanan untuk tidak datang ke persidangan kasus penodaan agama itu.

Sumber : News.detik.com

Baca juga informasi : Pendukung Ahok Menyaksikan Keputusan Dari Rumah Lembang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!