Penyebab dan Dampak yang Dialami Penderita Gangguan Tidur Insomnia

Gangguan Tidur Insomnia

Satu dari tiga orang didunia diketahui menderita gangguan tidur insomnia. Gejala susah tidur atau insomnia memang kerap dialami oleh banyak orang. Terkait hal ini para peneliti pun meneliti penyebab dan dampak yang dialami oleh para penderitanya. Insomnia pun didefinisikan sebagai kondisi dimana penderitanya sangat sulit untuk tidur atau susah tidur.

Gejala insomnia yang paling umum biasanya terbangun dalam watu lama di malam hari, terbangun beberapa kali setiap malam. Hal ini tentu membuat para penderitanya tidak merasa segar saat bangun tidur. Terlepas dari kelelahan mereka, penderita mungkin juga sulit tidur siang hari, dan mungkin berjuang untuk berkonsentrasi. Selainh itu mereka menjadi lebih mudah tersinggung daripada biasanya karena kurangnya tidur.

Penderita insomnia biasanya mengira bahwa obat tidur bakal membantu mereka mengatasi masalah ini. Tapi, ini pun bukan tanpa efek samping. Obat tidur bisa menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkan bagi pengonsumsinya.

Penyebab & Dampak Gangguan Tidur Insomnia

Bagi beberapa orang, serangan insomnia sesekali akan datang dan pergi. Sementara bagi yang lain, bisa menyerang selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Penyebab insomnia sampai saat ini tidak terlalu jelas. Tapi stres dan kecemasan adalah pemicu yang umum. Lingkungan tidur yang buruk, seperti tempat tidur yang tidak nyaman atau kamar tidur yang bising, juga bisa menjadi penyebabnya. Bagi sebagian kalangan, kondisi kesehatan fisik dan mental bisa menjadi pemicu juga.

Para pakar biasanya juga akan menyarankan penderita insomnia untuk mengatur waktu reguler untuk tidur dan bangun. Penderita juga disarankan agar bersantai sebelum tidur dengan cara mandi dengan air hangat atau mendengarkan musik.

Efek yang ditimbulkan insomnia tergolong berat. Apalagi, jika seseorang menderita insomnia fatal, yang merupakan penyakit warisan langka yang memengaruhi otak Anda yang bertanggung jawab mengendalikan tidur. Ini sering dimulai pada usia paruh baya. Gejala yang dialami biasanya penurunan berat badan, kurang nafsu makan, suhu tubuh terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Selain informasi kesehatan di atas, baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!