PENGAKUAN CIA ATAS TRAGEDI 30 SEPTEMBER DI INDONESIA

PENGAKUAN CIA ATAS TRAGEDI 30 SEPTEMBER DI INDONESIA

PENGAKUAN CIA ATAS TRAGEDI 30 SEPTEMBER DI INDONESIA : Sejak berdiri Badan Intelijen Pusat atau CIA kerap terlibat dalam berbagai konflik di negara-negara berkembang. Mereka kerap menjalankan operas-operasi rahasia untuk menjatuhkan pemerintahan yang dianggap berseberangan dengan norma Barat atau mempertahankannya. CIA membuka dokumen-dokumen soal tragedi 1965 sayangnya masih banyak hal tak terungkap disana. Beberapa tulisan penting di stabilo putih sehingga tak menjawab teka-teki atas peristiwa yang merenggut jutaan nyawa tersebut.

Indonesia pernah menjadi salah satu negara yang menjadi target operasi CIA. Kebijakan ini diambil karena Presiden Soekarno dianggap terlalu kekirian. Hal ini terbukti dari tertangkapnya Pilot asal AS yang berhasil ditembak jatuh ketika sedang mendukung pasukan pemberontak PRRI/ Permesta. Peristiwa itu membuat CIA menarik diri dari segala keterlibatannya di INdonesia.

CIA memilih melibatkan diri dari balik meja. Berkat Adam Malik Mayor Jenderal Soeharto yang sedang getol memberantas Partai Komunis Indonesia (PKI) hingga ke seluruh pelosok mendapatkan sejumlah bantuan. Tak hanya alat komunikasi CIA juga memberikan bantuan berupa obat-obatan yang diserahkan kepada TNI AD senilai USD 500 ribu.

CIA menyadari bantuan ini telah memakan banyak korban jiwa di Indonesia. Dari laporan yang diterima Wakil Presiden AS Hubert H Humphrey jumlah korban mencapai 500 ribu jiwa. Hal itu diakui sendiri oleh Duta Besar Green dalam sebuah rapat rahasia di Komite Hubungan Luar Negeri Senat.

Dalam kesaksian Green menyatakan CIA tidak terlibat atau melibatkan diri dalam peristiwa G30S tersebut. Dia menyatakan CIA hanya menunggangi ombak yang baru saja muncul pasca kudeta. Maksud Green CIA memang tak menciptakan konflik tersebut. Tapi yang jelas mereka memanfaatkan tragedi penculikan para Jenderal yang dilakukan Letkol Untung dan langkah Soeharto PKI untuk menghabisi kekuatan komunis di Indonesia.

Tindakan CIA yang mendukung operasi kontra kup itu telah membuat Indonesia telah berubah menjadi pemerintahan diktator dibawah rezim Soeharto bernama Orde Baru. Lebih dari satu juta penduduk Indonesia dijadikan tahanan politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!