Inilah Pengakuan Anies Rais Mengenai Dana Sogokan 600JT.

Pengakuan Anies Rais

Pengakuan Anies Rais ekspresi Amien Rais datar. Pandangannya fokus ke naskah, sesekali membetulkan kacamata. Tidak ada penekanan-penekanan saat petinggi Partai Amanat Nasional (PAN) itu membacakan naskah keterangan persnya. Semua kalimat dibaca senada.

Usai membacakan keterangan tertulis, dia enggan menjawab pertanyaan wartawan. Dia hanya memandang para jurnalis yang sibuk mengajukan pertanyaan kepadanya. Tak ada senyum, tapi otot wajahnya tidak menegang. Semuanya biasa saja.

Ya, Jumat 2 Juni 2017 pagi, Amien Rais menggelar konferensi pers untuk menjelaskan tudingan tentang penerimaan uang dari mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari sebesar Rp 600 juta melalui Yayasan Soetrisno Bachir.

Uang ini ternyata terkait dengan kasus korupsi alat kesehatan (alkes). Amien mengakui pernah menerima dana dari Yayasan Soetrisno Bachir. Dana itu diterimanya 10 tahun lalu saat Soetrisno Bachir rajin membiayai berbagai kegiatannya.

“Mas Tris adalah tokoh baik dan dermawan, sering membantu. Banyak pihak mendapat bantuan dana dari Soetrisno Bachir,” ujar Amien di kediamannya di Jakarta Selatan.¬†Pengakuan Anies Rais

Amien Rais mengaku siap membeberkan fakta sebenarnya. Dia pun mengaku tidak akan lari dan siap menjawab tuduhan tersebut. Amien mengaku tak mau berlama-lama dibelit masalah itu.

“Yang jelas Amien Rais tidak pernah tidak jujur, apalagi takut. Cuma takut sama yang di langit. Apalagi manusia. Bukan sombong, tapi saya dididik oleh agama saya hanya boleh takut oleh Allah semata,” ujar Amien.

Dia pun tak berdiam diri. Usai mendengar namanya disebut menerima uang korupsi alkes, Amien langsung mengecek kebenarannya. Dia meminta sekretaris pribadinya mengecek daftar mutasi rekening pribadinya.

“Seperti dikatakan jaksa Ali Fikri di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu 31 Mei 2017, ada aliran dana yang dikirim ke rekening saya, langsung saya follow up dengan menanyakan pada sekretaris saya tentang kebenarannya, berdasarkan rekening bank yang saya miliki,” Amien menjelaskan.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengungkapkan ingin bertemu pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tujuannya untuk membeberkan kasus dana alat kesehatan (alkes) sebesar Rp 600 juta yang disebut jaksa telah diterima Amien.

Baca juga : Anggota FPI yang menyiksa anak di bawah usia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!