Penelitian Paling Tidak Berguna Dalam Sepanjang Sejarah

Penelitian Paling Tidak Berguna

Ilmuwan biasanya memberikan penelitian penting bagi kehidupan manusia, namun ada beberapa penelitian paling tidak berguna. Penelitian ini dianggap tidak penting dalam sepanjang sejarah kehidupan manusia. Hal ini tentunya membuat para ilmuwan malu dengan adanya hal tersebut yang sangat tidak penting.

Para ilmuwan adalah orang yang profesinya layak diacungi jempol dan kita beri penghargaan lebih. Mereka adalah yang melakukan penelitian, sehingga kita tahu baik buruk suatu aspek yang penting bagi kehidupan. Jika tidak adanya mereka, tentu kita pasti tidak bisa menikmati berbagai hal mulai dari gadget dan lain-lainnya. Tidak hanya itu, pantauan kemacetan dan prakiraan cuaca dari aplikasi, hingga kandungan-kandungan gizi di makanan favorit kita.

Namun tak selalu penelitian itu bisa kita anggap penting. Karena ketertarikan ilmuwan itu selalu berbeda-beda. Ketertarikan tersebut bisa jadi tak seberapa menarik bagi kita. Berikut ini adalah beberapa penelitian yang tidak berguna bagi kehidupan manusia.

Menguji kemungkinan monyet untuk bisa menulis menjadi hal pertama penelitian tidak berguna. Penelitian ini mungkin menjadi hal paling tidak penting dalam daftar ini. Kiasan ini ternyata ditanggapi secara harfiah oleh sekelompok ilmuwan di Inggris. Akhirnya berakhir melakukan penelitian yang memberi 6 ekor monyet 6 buah mesin ketik.

Penelitian tentang penduduk San Fransisco yang suka melakukan hubungan seksual. Tujuannya untuk menolong mereka yang tidak puas dengan kehidupan seksualnya. Ditemukan bahwa penduduk San Fransisco, California, adalah yang memiliki partner seksual paling banyak ketimbang kota lain. Tentu ini adalah informasi yang tidak bisa langsung kita aplikasikan dalam kehidupan. Bukan juga penelitian yang tepat guna jika benar ingin menolong.

Penelitian tentang kemauan seseorang untuk memberi tebengan bedasarkan ukuran payudara wanita. Seorang Profesor bernama Nicolas Guegen melakukannya di 2007, dan hasilnya benar. Pria akan lebih banyak memberi tumpangan kepada wanita yang berpayudara besar. Hal ini memberi konklusi yang sepertinya sudah jadi ‘rahasia umum’ bagi kebanyakan orang.

Baca juga berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!