Peneliti Yakinkan Vaksin Baru Untuk Ebola 100 Persen

Peneliti Yakinkan Vaksin Baru Untuk Ebola

Peneliti yakinkan dunia telah menemukan vaksin yang diklaim efektik untuk melumpuhkan virus Ebola meski baru selesai melalui tahap percobaan. Vaksin ini telah dikembangkan oleh badan peneliti dari World Health Organization atau WHO. Dengan melibatkan sekitar 5.837 orang di Guinea, percobaan ini dilaksanakan di tahun 2015.

Jumlah pasien yang terinfeksi Ebola di negara ini sudah dibilang cukup berkurang, Tetapi seluruh responden mengaku pernah melakukan kontak langsung dengan para pasien Ebola baru.

Selanjutnya, respoden diberi vaksin yang diberi nama rVSV-ZEBOV itu sesegera mungkin. Setelah 10 hari dipastikan tak ada kasus Ebola baru yang muncul pada mereka yang segera divaksin. Sedangkan 23 kasus tercatat muncul pada mereka yang vaksinasinya agak terlambat.

“Bahkan kami harus menghentikan studinya karena kami sibuk mengimunisasi orang-orang yang terpapar virus ini di Guinea,’ ungkap Dr Marie-Paule Kieny.

Namun kondisi itu justru meyakinkan peneliti bahwa vaksin temuan mereka benar-benar mampu mengendalikan wabah Ebola baru. “Dan ini adalah vaksin pertama yang terbukti efektif, setidaknya untuk strain Zaire,” jelasnya.

Baca Juga : Janji Jadikan Jakarta Kota Festival, Ahok Dukung Seni

Meski demikian, peneliti ingin melakukan percobaan lain untuk memastikan vaksin ini dapat melindungi seseorang dari virus Ebola strain kedua, yaitu Sudan.

Lisensi vaksin tersebut kini berada di tangan perusahaan farmasi, Merck&Co. Mereka tengah berupaya untuk mendapatkan persetujuan agar bisa masuk ke pasar AS dan Eropa tahun depan. Merck juga berjanji untuk menyediakan 300.000 dosis vaksin untuk antisipasi bila sewaktu-waktu wabah Ebola muncul kembali.

WHO sendiri telah mencabut status kegawatdaruratan terkait wabah Ebola sejak bulan Maret 2016 silam atau setelah 20 bulan. Penarikan status ini juga dibarengi dengan pengangkatan larangan berpegian ke tiga negara yang terdampak Ebola paling buruk, yakni Guinea, Liberia dan Sierra Leone.

Direktur Jenderal WHO Margaret Chan juga menerima rekomendasi dari komite independen yang beranggotakan para ahli untuk mengangkat larangan bepergian dan berdagang untuk 3 negara tersebut.

Virus Ebola pertama kali membuat kehebohan global di tahun 2014 diperkirakan telah membunuh sekitar 11.300 jiwa. WHO mendapat kritikan hebat karena dianggap lamban bertindak untuk virus yang sudah terlihat tanda kemunculannya tahun 2013.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!