Pencopotan Dua Pimpinan PT Pertamina

Pencopotan Dua Pimpinan PT Pertamina

DPR menilai Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) menjadi pihak yang bertanggung jawab atas dualisme kepemimpinan. Antara Direktur Utama dan Wakil Direktur di tubuh (BUMN) Badan Usaha Milik Negara tersebut,

Permasalahan itu akhirnya berujung pada pencopotan dua pimpinan Pertamina (Persero) saat kinerja perusahaan tengah bersinar. ” Itu akan domain Dewan Komisaris, tentu harus bertanggung jawab atas hal ini,” tegas Wakil Ketua Komisi VII DPR.  Setya Widya Yudha di temui di Gedung Dewan Pers.

Menurut dia, Dewan Komisaris Pertamina semestinya dahpat meredam konflik atau masalah ditubuh Pertamina. Kemudian memastikan bahwa manajemen perusahaan dapat berjalan secara optimal. Sebab Setya menyayangkan, Pertamina harus berganti kepemimpinan  di saat kinerjanya mealmbung tinngi.

Dari data laporan keuangan, Pertamina berhasil membekukan laba mencapai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 40 triliun di 2016. Diakui Setya realisasi tersebut pertama kalinya dalam sejarah Pertamina, bahkan mengalahkan Petronas yang hanya mampu meraup keuntungan US$ 1,6 miliar. Pasca pencopotan dua pimpinan PT Pertamina(Persero) Pemerintah Baadan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk Yenni Andayani  sebagai pelaksana tugas (Pit) direktur utama perusahan migas itu. “Amanatnya sudah jelas. saya tugasnya mengisi jabatan strategis dan menjaga kesolidan,” ujar Yenni dikantor Kementrian BUMN, Jakarta.

Yenni bukanlah orang baru di Pertamina. Sebelumnya wanita 49 tahun itu menjabat sebagai Direktur Gas dan Energi Baru Terbarukan PT Pertamina ( Persero )sejak 28 November 2014. Karier Yenni di Pertamina dimulai sejak 1991. Sepanjang Kariernya, ia sempat mencicipi sejumlah jabatan penting.

Mulai dari direktur Utama  PT Nusantara Gas Company Services di Osaka, Jepang; Direktur Utama PT Donggi-Senoro LNG (2009-2012); hingga Senior Vice President Gas and Power, Direktorat Gas PT Pertamina (Persero) (2013-2014). Sebelumnya, Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengambil langkah untuk melakukan perombakan  ditubuh PT Pertemina Persero. Berdasarkan rapat umum pemegang saham ( RUPS). Dua pimpinan teratas perusahaan migas nasional itu di copot jabatanya. Yakni Direktur Utama Dwi Soetjipto dan Wakil Direktur Utama Ahmad Bambang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!