Peluru Nyasar TNI AU Membuat Seorang Petani Asal Malang Tewas

Peluru Nyasar TNI Menewaskan Petani

Kasus peluru nyasar TNI kembali terjadi lagi. Kali ini kasus tersebut menimpa Buwawi, seorang pria berusia 50 tahun yang berprofesi sebagai petani di Malang. Ia tewas terkena peluru nyasar saat sedang menggarap sawah milik TNI Angkatan Udara.

Buwawi sempat mencari pertolongan dengan berjalan sejauh satu kilometer dalam kondisi tubuh sudah bersimbah darah. Akhirnya petani ini kehilangan banyak sekali darah dan membuat ia jatuh meninggal dunia. Korban sendiri memang merupakan salah satu dari petani penggarap ladang milik AURI tidak jauh dari lapangan tembak. Korban mengalami luka di bagian pipi dan berdarah di sekitar mulutnya.

Diketahui tidak ada satu orang pun yang mengetahui secara langsung kronologi kejadian tersebut. Orang yang pertama kali mengetahui korban adalah Mak Yah, yang merupakan sepupu dari korban. Sayang, nyawa korba tak dapat tertolong lagi. Ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit Saipul Anwar (RSSA) Malang.

Sementara itu, Komandan Batalyon 464 Wing 2 TNI Angkatan Udara menyampaikan duka cita atas musibah meninggalnya Buwawi.

“Saya secara pribadi turut berduka cita dengan kejadian ini. Saya bertanggung jawab dengan musibah yang terjadi hari ini,” kata Mayor Pas Muhammad Misbahul Munir Danyon 464 Wing.

Kasusnya saat ini tengah dalam penyelidikan sesuai prosedur yang berlaku. Penyebab kematian korban sendiri belum diketahui secara pasti dan tengah dilakukan autopsi. TNI AU mengaku memiliki prosedur yang wajib dilalui setiap latihan menembak, dan prosedur tersebut sudah dilalui. Lokasi tersebut juga merupakan area steril bagi siapa pun.

Sementara itu, Kepala Desa Baturetno Mufid mengungkapkan, bahwa satu jam sebelum latihan selalu diberi peringatan. Selain itu juga dipasang bendera merah di lokasi. Mufid sendiri juga menyampaikan bahwa dirinya maupun warga yang lain tidak mengetahui langsung kronologi kejadian. Saat itu korban mengaku terkena peluru nyasar dan berusaha memberikan pertolongan.

Selain berita di atas, baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!