Pelarangan Ekspor, Kapal-kapal Ini Nganggur

Pelarangan Ekspor, Kapal-kapal Ini Nganggur

Pelarangan ekspor mineral dan batu bara oleh pemerintah karena membuat berkurangnya pekerjaan bagi kapalnya untuk ekspor ke luar negeri. Akibatnya sekitar 4.800 kapal menganggur.

“Ini ada sekitar 30 persen dari total 16.000, diparkir. Kapal ini yang ngambil Minerba seperti mineral, bauksit, pasir. Coba pas reklamasi berhenti ini kan hilang angkutan pasirnya. Ketika Minerba diberhentikan ini tidak mengekspor,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pelayaran Nasional, Johnson W Sutjipto.

Saat ini memang pemerintah mengharuskan adanya ekspor dalam bentuk nilai tambah. Sementara itu, smelter yang memproduksi bahan mentah jadi barang bernilai tambah sedang dibangun sehingga perusahaan perkapalan masih menunggu produk dari smelter itu dieskpor.

Baca Juga : Donald Trump Terpilih, Kepala Bappenas Khawatir

“Kan pemerintah mengharapkan ada di smelter agar tidak ada row material yang diekspor. Nah ini ada yang mau jadi atau proses,” kata Johnson.

Ia menyebut kapal yang paling banyak parkir di perairan Indonesia misalnya tugboat dan tongkang. Hlal itu karena kapal tersebut berada di perairan yang dangkal.

“Jadi kapal-kapal yang over (berlebih) itu kapal tugboat dan tongkang. Nah kapal di Indonesia itu mayoritas tugboat dan tongkang karena pelabuhannya itu jenis tidak terlalu dalam,’ ujar Johnson.

Selain itu, adanya penurunan permintaan ekspor batubara dari Cina juga turut membuat kapal-kapal ini kurang permintaan pengiriman barang. pada saat harga barubara turun, menurut Johnson Cina menyepakati perjanjian penggunaan ramah lingkungan sehingga tidak lagi menggunakan banyak batubara.

Beberapa kapal pengangkut batu bara yang tidak itu diantaranya 800-1000 kapal terparkir di Samarinda, Kalimantan. Kapal tersebut saat ini sedang parkir atau tidak beroperasi.

Selain itu, pengaruh harga minyak dunia yang sedang turun juga berpengaruh terhadap bisnis perkapalan. Menurutnya, berkurangnya permintaan menjadikan beberapa kapal pengangkut minyak dan gas parkir di Batam.

“Nah yang paling stres lagi kan ini ketika kapal parkir, sewa perairan kita bukannya turun malah naik. Ini jadi 10 kali lipat. Ini melalui PNBP. PP 15 tahun 2015 adalah penerimaan PNBP laut darat udara ini PP 15 ini cukup sadis dalam kondisi sekarang karena penambahan post tarif PNBP baru ini 51%,” tutup Johnson.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!