Dubes AS Minta Maaf Terkait Kasus Panglima TNI Dilarang Masuk AS

Panglima TNI Dilarang Masuk AS

Pada hari sabtu kemarin, Panglima TNI dilarang masuk AS oleh US Custom and Border Protection. Terkait insiden tersebut, Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi langsung melapor kejadian tersebut ke Presiden Joko Widodo. Johan mengungkapkan bahwa Panglima TNI dilarang berkunjung ke Amerika Serikat.

Presiden Jokowi kemudian meminta Kementerian Luar Negeri untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Kemenlu diinstruksikan untuk mencari tahu apa yang menyebabkan negeri Paman Sam tersebut melarang Panglima TNI untuk berkunjung. Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi sudah memanggil wakil duta besar AS untuk Indonesia.

Diberitakan sebelumnya bahwa Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mendapat undangan secara resmi yang dikirim oleh Pangab AS Jenderal Joseph F. Dunford. Panglima TNI pun membalas surat tersebut untuk mengkonfirmasi kehadirannya sebagai bentuk penghargaan dan perhatian.

Atas kejadian pelarangan tersebut, Duta Besar AS untuk Indonesia Josep Donovan meminta maaf pada Menlu RI. Ia meminta maaf atas insiden Panglima TNI ditolak saat hendak terbang ke Amerika Serikat. Pihak Kedubes AS berharap kasus ini tak mengganggu hubungan antara Indonesia dan AS. Ia juga mengungkapkan tidak tahu sama sekali mengapa Jenderal Gatot yang telah memegang undangan resmi bisa ditolak masuk AS.

Selain itu, Retno juga menuturkan, kedutaan AS melihat bahwa hubungan Indonesia-AS masih dalam kondisi baik. Indonesia juga dianggap sebagai negara yang penting bagi AS.

Guna menghadiri undangan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dipastikan akan tetap berangkat pada hari Sabtu, 21 Oktober 2017. Kemudian Jenderal beserta isteri dan delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya untuk persiapan keberangkatan. Dipastikan juga bahwa Jenderal Panglima TNI menggunakan maskapai penerbangan Emirates.

Sebelumnya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta isteri dan delegasi memutuskan tidak akan menghadiri undangan tersebut. Hal itu dikarenakan insiden yang sebelumnya membuat hubungan antar negara sedikit goyang. Namun, akhirnya pihak AS pun meminta maaf dan Jenderal TNI Gatot tetap menghadiri undangan Pangab AS tersebut.

Baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!