11 Pangeran Arab Saudi Ditangkap, Diduga Melakukan Korupsi

Sebanyak 11 pangeran Arab Saudi ditangkap oleh pihak kepolisian Arab Saudi. Hal ini diperintahkan langsung Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud. Ia telah melakukan perombakan kabinet dalam pemerintahannya dan memberi lebih banyak kekuasaan kepada putra kesayangannya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Lewat sebuah dekrit kerajaan, Raja Salman telah memecat dua menteri senior di kerajaan. Dari dua menteri ini antara lain Pangeran Moteib bin Abdullah dari jabatannya sebagai Menteri Pertahanan Nasional. Selain itu, Adel al-Faqieh dari jabatannya sebagai Menteri Ekonomi dan Perencanaan. Kemudian, kedua posisi tersebut pun masing-masing digantikan Pangeran Khalid bin Ayyaf dan Mohammed Al Tuwaijri, dilansir dari laman LiputanKompas.

Dalam dektrit tersebut Saudi juga mengumumkan penangkapan terhadap sebelas pangeran. Hal ini termasuk seorang investor miliarder terkemuka, Pangeran Alwaleed bin Talal. Sebanyak empat menteri dan puluhan mantan menteri Saudi pun turut ditahan.

Pengalaman Sex Hana Anisa

Penangkapan Alwaleed memberi kejutan tersendiri bagi pihak kerajaan maupun pusat keuangan dunia. Sebabnya, Alwaleed merupakan orang yang mengendalikan perusahaan investasi Kingdom Holding. Ia juga merupakan salah satu orang terkaya di dunia dengan saham utama di berbagai perusahaan global seperti News Corp, Citigroup, Twitter, dan lainnya.

Pangeran Arab Saudi Ditangkap Salah Satunya Alwaleed bin Talal

Diduga penangkapan Alwaleed dilakukan karena dia melakukan korupsi. Penangkapan ini juga dilakukan selang beberapa jam Raja Salman membentuk komite anti-korupsi baru yang lebih kuat. Kemudian, komite ini juga diketuai oleh putranya, Pangeran Mohammed.

Al Arabiya juga melaporkan bahwa komite antikorupsi yang baru dibuat ini memiliki hak-hak. Seperti hak untuk menyelidiki, menangkap, memerintahkan larangan perjalanan, dan membekukan aset siapapun yang dianggap korup.

Pengalaman Sex Ku Dengan Tante Rossa

Rumornya, Alwaleed akan ditempatkan di rumah tahanan Hotel Ritz Carlton di Riyadh. Untuk menghalangi pengusaha tersebut melarikan diri, pihak berwenang juga menutup bandara untuk pesawat pribadinya. Hal ini dilakukan sebelum penangkapan yang lebih banyak. Tentu hal ini sangat mencemarkan nama baik keluarga besar Arab Saudi dan juga tentu untuk Raja Salman tersendiri.

Baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas. Baca juga cerita pengalaman sex ku terpanas se Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!