Ojek Online Bunuh Penumpang Langganan Karena Terlibat Utang

Ojek Online Bunuh Penumpang

Telah terjadi kasus ojek online bunuh penumpang langganannya yang telah kenal selama 6 tahun. Korban bernama Dini Oktaviani berusia 27 tahun tewas di tangan Peri Suanto alias Peri. Peri merupakan driver ojek online langganan mendian Dini dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang.

Dini menggunakan jasa Peri untuk memudahkan dirinya menjalankan bisnis jual beli kosmetik.

“Dini kerjanya jual kosmetik online. Pernah join dengan saya juga kan punya toko kita di Mangga Dua Square,” ungkap teman dekat Dini, Farah.

“Memang dia itu suka nyuruh gojek atau apa untuk ngambil barang untuk di pasar pagi mangga dua atau di asemka. Sering nyuruh-nyuruh ojek,” sambungnya.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto menjelaskan kejadiannya. Peristiwa berawal saat korban menghubungi pelaku untuk meminta tolong agar dicarikan orang yang bisa meminjamkan sejumlah uang.

“Bukan justru mencarikajn orang yang dibutuhkan untuk mendapatkan uang. Pelaku yang sedang terlilit utang mempunyai pikiran menguasai harta milik korban. Pelaku melakukan tindakan kekerasan dengan mencekik korban dan membuat korban tak berdaya dan jatuh pingsan,” ungkap Didik.

Setelah korban tewas di lantai, pelaku kemudian memindahkan korban ke atas tempat tidur dan menutupnya menggunakan bantal. Pelaku juga mengambil barang berharga milik korban seperti perhiasaan kalung, gelang, cicin, jam tangan, HP dan TV.

Pada 21 September sekitar pukul 07.00 WIB, Peri ditangkap di Sawah Besar. Saat polisi menggeledah kontrakan pelaku, ditemukan beberapa barang milik korban HP dan TV serta uang hasil menggadaikan perhiasaan milik korban. Didik mengatakan perhiasan milik korban digadaikan di saalh satu pegadaian di Penjaringan dengan nilai sekitar Rp 9 Juta. Hasil gadai itu digunakan untuk membeli sepeda motor dengan nilai sekitar Rp 6,5 juta.

Sementara itu korban sering kali meminta antar jemput oleh pelaku. Perkenalan keduannya terjadi di tahun 2010. Saat itu korban masih tinggal di kawasan Kebon jeruk, Jakarta Barat.

Baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!