Messi Hengkang dari Barca Bila Suhu Politik Semakin Memanas

Messi Hengkang dari Barca

Situasi politik yang tak stabil di Spanyol dan Catalunya membuat Messi hengkang dari Barca apabila situasi semakin memanas. Megabintang FC Barcelona itu mengaku merasa cukup gerah dengan apa yang terjadi saat ini di Spanyol. Catalunya baru saja melaksanakan referendum kemerdekaan dari Spanyol pada Minggu, (1/10/2017).

Referendum ini tak hanya mempengaruhi posisi politis Catalunya saja, namun juga klub sepak bola tersebut. Seperti diketahui bahwa Barcelona FC ini bersarang di ibukota Catalunya. Barcelona FC terancam keluar dari La Liga jika Catalunya sukses memerdekakan diri. Situasi politik yang panas ini juga berdampak pada laga terakhir antara Barcelona kontra Las Palmas.

Barcelona sebelumnya telah meminta untuk penundaan laga pada pihak manajemen La Liga. Sebab, Barcelona menilai situasi dan keamanan Catalunya tidak kondusif jelang penyelanggaraan referendum. Namun sayangnya permintaan tersebut di tolak. Bahkan Barcelona terancam terkena sanksi jika pertandingan tersebut ditunda atau dibatalkan.

Barcelona pun memutuskan untuk menggelar laga tanpa penonton. Tentu hal ini membuat para pendukung Barcelona mendukung dari luat Stadion Camp Nou.

Dikabarkan juga bahwa messi akan siap meninggalkan Barcelona jika Catalunya jadi Merdeka. Bahkan Lionel Messi juga menolah menandatangani kontrak apapun, hingga hasil referendum Catalunya diumumkan. Selain itu, Messi juga dikabarkan tidak senang atas keputusan Barcelona yang mendukung pelaksanaan referendum Catalunya.

Secara resmi, sikap Barca terhadap masalah kemerdekaan terbilang netral. Sayangnya, hal itu tidak menghentikan klub mengeluarkan pernyataan politis beberapa hari sebelum referendum Catalunya.

Pemerintah Spanyol sebelumnya memerintahkan adanya tindakan tegas untuk mencegah pemungutan suara berlangsung. Barcelona dikabarkan sangat merespon kejadian ini dengan tegas. Bahkan pemerintah Spanyol juga menangkap beberapa pejabat tinggi Catalan dan perampasan jutaan lembar suara dari sebuah gudang.

“FC Barcelona tetap setia pada komitmen historisnya untuk membela negara, demokrasi, kebebasan berbicara. Serta penentuan nasib sendiri, mengecam tindakan yang dapat menghalangi pelaksanaan hak-hak ini,” kata klub tersebut.

Baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!