Mentri ESDM Ignasius Jonan Mematok Harga Listrik dari Pembangkit EBT

Mentri ESDM Ignasius Jonan Mematok Harga Listrik dari Pembangkit EBT

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan telah mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan (EBT) Untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Regulasi ini menyusul dua Permen baru, yakni Nomor 10 Tahun 2017 dan Permen 11 Tahun 2017. Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementerian ESDM. Jarman mengungkapkan, beleid Permen 12/2017 mengatur tentang patokan harga listrik yang diproduksi dari pembangkit listrik tenaga matahari, angin, air, biomassa, biogas, sampah, dan panas bumi. Jenis pembangkit tenaga listrik yang memanfaatkan sumber energi terbarukan (EBT), yaitu PLTS Fotovoltaik, PLTB, PLTA, PLTBm, PLTBg, PLTSa, dan PLTP.

Direktur Aneka Energi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Maritje Hutapea mengatakan pihaknya tengah fokus mengkaji ulang Permen ESDM No 19 Tahun 2016 tentang Pembelian Listrik dari Pembangkit Tenaga Surya Fotovoltaik oleh PLN. Adapun review ini sesuai dengan arahan Menteri ESDM Ignasius Jonan.
Sebelumnya Jonan mengatakan pihaknya bakal memformulasikan harga listrik PLTS yang lebih kompetitif. “Sesuai arahan Pak Menteri kami akan review kembali secepatnya. “Kata Maritje pada Acara Renewable Energy for Indonesia (RE4I) 2016 Conference di Jakarta, Rabu (7 Desember 2016).

Adapun menurut Maritje guna mendapatkan harga listrik PLTS yang lebih kompetitif dan murah harus memperhatikan beberapa hal. Hal tersebur di antaranya kemudahan pembebasan lahan,. Kapasitas yang ekonomis, insentif fiskal berupa penurunan pajak serta keringanan bunga pinjaman, serta insentif non fiskal berupa kemudahan perizinan. Dalam Permen No 19/2016, pemerintah mengubah skema pengembangan PLTS yang akan dikembangkan oleh produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) dengan mekanisme pertama masuk, pertama keluar (first in first out/FIFO). Untuk tahap awal, akan ditawarkan PLTS dengan total kapasitas 250 MW dengan lokasi tersebar di seluruh Indonesia. Dalam permen  tarif yang ditawarkan bervariasi tergantung dari tempat PLTS tersebut. Disebutkan olehnya tarif paling murah adalah sebesar US$14,5 sen untuk PLTS yang berlokasi di Pulau Jawa. Sementara itu, tarif US$25 sen untuk di Indonesia Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!