Menteri Pemuda dan Olahraga Meminta Tambahan Alokasi Dana Untuk Penyelenggaraan Asian Games 2018

Menteri Pemuda dan Olahraga Meminta Tambahan Alokasi Dana Untuk Penyelenggaraan Asian Games 2018

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta tambahan alokasi dana untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 dalam. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017 sebesar Rp 1,5 triliun. Hal ini yang kemudian menjadi sorotan sejumlah anggota Komisi X DPR saat rapat dengan Menpora, Rabu (12/7).

Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PAN Yayuk Basuki mengingatkan, Menpora agar berhati-hati ketika mengucurkan dana kepada Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC), sebagai panitia penyelenggara. Ketua INASGOC adalah Erick Thohir.

Apalagi, kata Yayuk, INASGOC belum menyerahkan laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dana Rp 600 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2015 dan 2016.

“Pertanggung jawaban lalu saja belum terima. Kita perlu kehati-hatian jangan sampai kesalahan ke kita. Ini uang negara satu sen pun harus dipertanggungjawabkan,” kata Yayuk.

Sementara itu, Anggota Komisi X dari Fraksi PDI Perjuangan, Esti Wijayati juga menyoroti anggaran Asian Games. Esti menyatakan, rincian penggunaan anggaran senilai Rp 1,5 triliun yang akan diberikan ke INASGOC sangat penting. Sebab, audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga bakal menanyakan tentang penggunaan uang negara disertai bukti valid.

“Kami tidak ada niat menghalangi persiapan Asian Games. Justru kami meningkatkan fungsi pengawasan agar penganggaraan ini berhasil,” kata Riefky melalui siaran persnya.

Menurut Riefky, rapat yang membahas anggaran Asian Games 2018 bersama pemangku kepentingan lain di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) berlanjut pada Kamis (13/7) besok.

Diungkapkan, INASGOC semula mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 1,8 triliun. Tetapi Menteri Keuangan Sri Mulyani dan hasil Rapat Terbatas Kabinet pada 7 Juni 2017 memutuskan penambahan anggaran penyelenggaraan Asian Games pada 2017 sebesar Rp 1,5 triliun.

Anggaran tambahan itu nantinya dipakai untuk kegiatan kesekretariatan INASGOC, penyelenggaraan kejuaraan uji coba Asian Games 2018. Kegiatan hubungan masyarakat dan media, persiapan konsep pembukaan dan penutupan, hingga pengelolaan sumber daya manusia.

Selanjutnya, biaya bidang kesehatan dan doping, pengisian fasilitas kamar wisma atlet, biaya kampanye, penyewaan sistem pusat penyiaran dan produksi siaran, pembangunan sarana teknologi informasi, pembangunan sistem pencatat skor dan pencatat waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!