Mengungkap Pemeran Utama di Balik Kasus Korupsi e-KTP

Mengungkap Pemeran Utama Kasus Korupsi e-KTP

KPK Akhirnya berhasil mengungkap pemeran utama di balik kasus korupsi e-KTP yang telah banyak merugikan uang negara tersebut. Andi Agustinus alias Andi Narogong. Andi muncul ke publik setelah ditahan KPK, Jumat lalu. Andi muncul dengan rompi oranye khas tahanan antirasuah.

Andi Narogong sendiri ditangkap oleh KPK Jumat (24/3) lalu. Andi ditangkap sesaat setelah makan di sebuah kafe di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Sekitar pukul 11.00 WIB, saat akan masuk mobil usai bersantap, Andi dibekuk.

“Penangkapan Andi oleh tim KPK dilakukan di Tebet. Pada saat melakukan penangkapan kita menemukan sejumlah barang bukti elektronik dan uang sebesar USD 200 ribu. Kemudian akan kita lanjutkan proses penyitaan lainnya,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Usai ditangkap, Andi Narogong dijebloskan di Rumah Tahanan KPK di Gedung Dwi Warna, Jalan kuningan Madya, Jakarta Selatan di hari yang sama. Andi bakal ditahan selama 20 hari ke depan.

Saat ditahan KPK, Andi mengenakan kemeja biru, jaket hitam di balut rompi oranye. Tidak sepatah kata pun keluar dari mulut Andi. Andi masih terbilang sangat muda, yakni baru 44 tahun. Tapi kasusnya ini sudah merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Jika dilihat dari sosoknya, seperti tidak mungkin Andi Narogong adalah aktor utama kasus e-KTP. Masih muda, bukan pebisnis besar dan tidak punya pengaruh di kementerian dan legislatif. Bisa jadi Andi Narogong hanya sebagai tangan kanan si pemeran utama kasus ini.

Baca Juga : Manusia Mampu Hidup Abadi Dengan Cara-cara Para Ilmuwan Ini

Jaksa Penuntut Umum KPK, Irene Putri yakin bila Ketua DPR Setya Novanto terlibat dalam korupsi e-KTP. Nama Setnov disebut bersama-sama melakukan korupsi dengan kedua terdakwa, Irman dan Sugiharto bersama Andi Narogong. Kemudian, Sekjen Kemendragi, Ketua konsorsium percetakan negara dan ketua panitia pengadaan barang dan jasa juga di sebut-sebut namanya di balik kasus ini.

“Setiap kalimat dalam surat dakwaan kita sudah konfirmasi dengan minimal dua alat bukti. Kalau memang ada pihak yang membantah silahkan, tapi kita punya dua alat bukti,” kata Jaksa KPK, Irene Putri.

MODAL 15 RB BISA JADI RATUSAN RIBU KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!