Megawati SBY Kembali Akur di Perayaan HUT RI 72 di Istana

Megawati SBY Kembali Akur

Dalam perayaan HUT RI ke 72 di Istana Negara Kamis lalu, terlihat Megawati SBY kembali akur di waktu yang bersamaan. ini tentu membuat sejarah baru di Istana, sebab keduanya tak pernah terlihat akur dalam kurun waktu belakangan ini.

Selama SBY berkuasa 10 tahun, 2004-2014, Megawati tak pernah menghadiri upacara HUT RI di Istana. Begitu pula dengan SBY, sejak lengser digantikan Jokowi pada 2014, baru tahun ini menghadiri upacara HUT RI di Istana. Seperti diketahui, hubungan keduanya memang kurang baik setelah SBY mundur dari posisi menteri di kabinet Megawati. Kemudian SBY maju Pilpres pada 2004 melawan Megawati. Sejak itu hubungan keduanya dingin.

Dalam perayaan HUT RI di Istana, Kamis kemarin, Mega dan SBY sempat saling bersalaman. Momen foto bersama dengan Presiden Jokowi, Wapres JK dan Presiden RI ke-3 BJ Habibie juga terjadi. Selain itu, mereka juga makan siang bersama-sama.

Harapan pun datang dari sejumlah elite politik di tanah air terhadap Megawati dan SBY. Wapres JK mengatakan dengan berkumpulnya para mantan presiden, termasuk bertemunya Megawati dan SBY, secara otomatis akan menenangkan kondisi politik tanah air. Meski demikian, JK mengatakan tidak ada pembicaraan khusus dalam pertemuan tersebut, hanya sekadar ramah tamah.

Sementara itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan menilai bertemunya Megawati dengan SBY memberikan sinyal positif bagi masyarakat. Zulkifli mengapresiasi pertemuan antara Megawati dan SBY. Menurutnya, pertemuan itu menunjukkan meski Megawati-SBY kerap berbeda pandangan politik.

Sekjen Partai Hanura Sarifuddin Sudding berharap pertemuan mereka membawa angin sejuk pada Pilkada dan Pilpres mendatang. Sudding menuturkan, alangkah baik jika pertemuan para mantan Presiden ini bisa dilakukan secara rutin guna membahas permasalahan negara.

Harapan juga datang dari Presiden PKS Sohibul Iman. Dia menyambut baik pertemuan antara Megawati dan SBY. Sohibul mengatakan, pertemuan Megawati-SBY bisa menjadi titik balik rekonsiliasi. Sebab, keduanya terkesan bermain ‘kucing-kucingan’ karena jarang bertemu bahkan dalam forum resmi kenegaraan.

Baca juga berita-berita menarik lainnya di LiputanKompas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!