Malaysia Terus Menelusuri Kasus Pembunuhan Kim Jong-Nam

Malaysia Terus Menelusuri Kasus Kematian Jong-Nam

Malaysia terus menelusuri kasus pembunuhan terhadap kakak angkat penguasa Korut, Kim Jong-Nam yang terjadi di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Kali ini Malaysia berkoordinasi dengan organisasi dunia antisenjata kimia terkait kasus Jong-Nam ini. Otoritas Malaysia juga mengecam penggunaan racun mematikan gas VX yang diduga dipakai untuk membunuh Kim Jong-Nam ini.

Jong-Nam tewas usai diserang dengan racun VX pada 13 Februari lalu. Racun VX dikategorikan sebagai senjata pemusnah massal oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dilarang secara global.

“Kementerian mengecam keras penggunaan senjata kimia semacam itu oleh siapa saja, dimana saja dan dalam situasi apa saja. Penggunaannya di area publik bisa membahayakan masyarakat umum,” tegas Kementerian Luas Negeri Malaysia, Jumat (3/3/2017).

Kementerian juga menyatakan, pihaknya berkoordinasi erat dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia atau OPCW. OPCW merupakan organisasi antarpemerintah yang berbasis di Belanda.

“Malaysia tidak memproduksi, menyimpan, mengimpor, mengekspor ataupun menggunakan zat kimia beracun dalam daftar zat kimia beracun termasuk VX. Malaysia juga telah memberikan pernyataan tahunan soal hal itu kepada OPCW,” terangnya.

Hubungan diplomatik antara Malaysia dengan Korut yang selama beberapa dekade ini berlangsung dekat, berubah tegang gara-gara penyelidikan kasus pembunuhan Jong-Nam. Korut geram saat Malaysia bersikeras tetap mengautopsi jenazah Jong-Nam.

Perang argumen antar kedua negara pun tak terhindarkan. Duta Besar Korut untuk Malaysia sempat menyebut penyelidikan Kepolisian Malaysia Dalam Kasus Jong-Nam ini tidak bisa dipercaya. Korut juga hingga kini tidak mau mengakui warganya yang tewas di Malaysia adalah Jong-Nam, kakak tiri pemimpinnya.

Dalam pernyataan terbaru, juru bicara delegasi Korut, Ri Tong-II, menegaskan bahwa warganya itu tewas akibat serangan jantung. Korut menyebutkan warganya yang tewas di Malaysia sebagai Kim Chol yang memegang paspor diplomatik. Namun diketahui bahwa Kim Chol adalah nama lain dari Jong-Nam.

Hingga sampai saat ini, Malaysia terus menelusuri dan mencari penyebab pasti dan atas dasar alasan apa Jong-Nam di bunuh.

Baca Juga : Isi Kerjasama RI-Arab Setelah Raja Salman Tiba di Istana Bogor

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!