Sebuah Mal Mewah Yang Beralih Fungsi Jadi Penjara

Sebuah Mal Mewah Yang Beralih Fungsi Jadi Penjara

Sebuah mal mewah yang beralih fungsi jadi penjara. Berlokasi di Caracas, Venezuela, berdirilah sebuah bangunan megah di tengah-tengah perkampungan kumuh. Diberi nama El Helicoide, bangunan ini memiliki desain arsitektur unik dengan jalanan melingkar yang diatasnya berhiaskan kubah.

Apabila dilihat sekilas, orang yang melihat bangunan ini pasti mengira bahwa El Helicoide dibuat sebagai gedung istimewa yang dipergunakan untuk acara khusus. Namun, tidak pada nyatanya. Meski memiliki bentuk unik dan ukuran sangat luas, El Helicoide kini dipergunakan sebagai penjara.

Apabila dilihat sekilas, orang yang melihat bangunan ini pasti mengira bahwa El Helicoide dibuat sebagai gedung istimewa yang dipergunakan untuk acara khusus. Namun, tidak pada nyatanya. Meski memiliki bentuk unik dan ukuran sangat luas, El Helicoide kini dipergunakan sebagai penjara.

Bangunan ini dilengkapi dengan jalan spiral sepanjang 2,5 mil untuk naik, turun, dan parkir langsung di depan toko-toko yang ingin dikunjungi. Ada juga ruang untuk lebih dari 300 toko, termasuk fasilitas hotel bintang 5. Bioskop dengan tujuh layar, ruang pameran, gym, kolam renang, arena bowling, area pembibitan dan banyak lagi.

Proyek ini pun pernah dipamerkan di Museum of Modern Art di New York City dan mendapat tanggapan sangat positif. Namun sayang, saat pembangunan El Helicoide hampir rampung, diktator Pérez Jiménez turun dari jabatan sehingga proyek ini

Para arsitek dan kontraktor kehilangan dana untuk menyelesaikan pembangunan. Sementara itu, pemerintah Venezuela yang baru pun tidak mau menyelesaikan proyek karena El Helicoide masih berhubungan dengan rezim kediktatoran sebelumnya.

Proses konstruksi berhenti total pada tahun 1961. Pada tahun 1975, El Helicoide dinyatakan bangkrut dan bangunan diambil alih oleh pemerintah.

Sebagai gantinya, bangunan tersebut diambil alih oleh polisi intelijen Venezuela pada tahun 1984 yang kemudian diubah menjadi kantor pusat mereka. Kamar-kamar yang tak terhitung jumlahnya, yang awalnya dirancang untuk menampilkan produk berubah fungsi menjadi sel penjara untuk menahan tahanan. Banyak dari tahanan diinterogasi, disiksa, hingga mendapat pelanggaran HAM di tempat tersebut.

Pada tahun 2012, Pengadilan Antar-Amerika untuk Hak Asasi Manusia memeriksa fasilitas di Helicoide dan menyimpulkan bahwa bangunan ini tidak layak menjadi penjara. Meski demikian, Helicoide terus menahan narapidana hingga kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!