Kisah Kucing Jadi Mata-mata CIA Pada Tahun 1960 Silam

Kucing Jadi Mata-mata

Kisah kucing jadi mata-mata yang bekerja untuk CIA pada tahun 1960 adalah acoustic kitty. Kucing memang binatang yang paling populer untuk dijadikan peliharaan di samping anjing. Kucing seakan-akan mempunyai cara agar membuat manusia akan selalu menyukainya. Mulai dari berbagai tingkah imut dan menggemaskannya.

Tak hanya dipelihara, kucing juga ternyata juga sudah menjadi sahabat ilmu pengetahuan sejak dahulu. Mulai dari menemani para ilmuwan untuk menjalani riset. Tidak hanya itu, justru sering digunakan sebagai objek penelitian itu sendiri. Uniknya lagi kucing pernah dijadikan objek percobaan dengang menjadikannya mata-mata CIA.

Sebuah proyek bernama Acoustic Kitty dibesut CIA bagian Sains dan Teknologi di tahun 60an yang lalu. Tujuan dari proyek ini untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap Pemerintahan Soviet serta kedutaan besar Soviet.

Hal ini dilakukan dengan melakukan operasi penanaman microphone di rongga telinga kucing-kucing ini. Ditanam juga radio transmitter di area kepalanya yang tersambung dengan kawat tipis ke bulunya. Hal ini membuat kucing-kucing ini bisa merekam suara di sekitar mereka. Kemudian, mentransmisikan suara yang terekam tersebut ke pusat kontrol. Proyek ini menghabiskan dana yang fantastis, yakni 20 juta Dollar di masa itu.

Kucing Jadi Mata-mata CIA

Meski terlihat meyakinkan dan menghabiskan dana yang mahal, Acoustic Kitty gagal bahkan di misi pertama. Misi pertamanya adalah memata-matai dua orang yang diduga orang penting yang sedang berbincang di kedutaan besar Soviet di Washington DC. Salah satu kucing dilepas di dekat area tersebut, dan diduga ditabrak taksi tak lama setelahnya. Setelah itu, tepatnya di tahun 1967, proyek ini dibatalkan.

Salah satu mantan petinggi CIA bernama Robert Wallace, membantah bahwa si kucing tertabrak taksi pada 2013 lalu. Ia mengungkapkan fakta di balik batalnya proye Acoustic Kitty itu. Menurutnya proyek ini batal karena sulitnya pelatihan mata-mata terhadap kucing. Hal ini karena tidak sesuai dengan perilaku alamiahnya. Peralatan penyadap di tubuh si kucing juga diambil dan akhirnya kucing melanjutkan hidupnya sebagai kucing biasa.

Selain berita diatas ini, anda juga bisa baca berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

kucing jadi mata-mata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!