Kronologi Aksi Empat Pelaku Penganiayaan Mahasiswi Bandung

Kronologi Aksi Penganiayaan Terhadap Mahasiswi di Bandung

Polisi telah berhasil mengungkap kronologi aksi penganiayaan terhadap AA (18) di salah satu kamar apartemen bandung. Sebelumnya, polisi telah menangkap empat pelaku yang di duga melakukan aksi penganiayaan tersebut. Empat pelaku ini terdiri dari dua perempuan, MS dan RM, serta dua lainnya adalah pria, MRH dan IM.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Yoris Maulana menyebutkan selama ini korban dan para pelaku saling kenal.

“Jadi sebenernya korban dan pelaku ini satu kelompok bermain,” ucap Yoris di Mapolrestabes Bandung, Minggu (29/1/2017).

Pemicu tindakan penganiayaan ini mulanya disebabkan pelaku tidak terima dengan pernyataan korban di media sosial. MS dan RM juga menuding AA telah menghinanya.

“Pihak tersangka sangat marah karena korban menjelek-jelekan pacar tersangka di media sosial. Tersangka juga diejek korban kalau selama ini suka main dengan om-om,” jelasnya.

Peristiwa ini berlangsung di Apartemen Metro Suite, Tower E lantai 5, Kota Bandung, Selasa (24/1) lalu. Awalnya, para empat pelaku tersebut sudah berkumpul di apartemen tersebut. Setelah itu, mereka bersiasat untuk mengundang AA agar datang ke apartemennya. RM, salah satu pelaku tersebut mencoba menghubungi korban dan dialih bahwa rekannya, MA sedang ada masalah.

Baca Juga : Raja Salman Ingin Bertemu Habib Rizieq Hoax, Ini alasannya ke RI

“Tersangka berpura-pura meminta bantuan kepada AA karena salah satu tersangka akan berkelahi dengan seorang lelaki,” kata Yoris.

Sekitar pukul 08.30 WIB, korban datang ke Apartemen Tersebut untuk menjumpai rekannya tersebut. Ternyata setelah masuk kamar apartemen keempat pelaku sudah menunggu korban.

Berdasarkan keterangan pelaku terhadap polisi, mereka semua mengaku melakukan kekerasan bersama-sama kepada korban. Tersangka RM memukul pipi dan menyulutkan roko ke lengan korban. MS berperan memukul dan membenturkan kepala korban ke lututnya. Sementara itu, MRH dan IM turut memukul, menendang serta menjabak korban.

Tidak hanya itu, korban yang meringis kesakitan juga dimintai uang oleh RM, salah satu tersangka. Awalnya, korban dimintai 200 ribu rupiah, tetapi korban hanya mempunyai 100 ribu rupiah. 100 ribu pun akhirnya di kasih ke RM di ruang ATM yang berada di lantai dasar apartemen tersebut.

Akibat aksi tersebut, empat tersangka diganjar Pasal 170 KUHPidana tentang Pengeroyokan. MS dan RH dijebloskan ke sel ruang tahanan wanita di Mapolrestabes Bandung. Sementara MRH dan IM yang masih di bawah umur ditahan di Lapas Khusus Anak Sukamiskin Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!