Kisah Pengalaman Para Milyader Saat Masih di Usia Muda

Kisah Pengalaman Para Milyader

Ada hal-hal unik yang semua orang belum tahu tentang kisah pengalaman para milyader di dunia saat ini. Banyak orang kaya dunia yang melakukan hal-hal unik untuk mencapai kesuksesannya. Mulai dari bekerja di restoran cepat saji hingga gagal mengikuti ujian masuk universitas ternama.

Namun, hal tersebut lah yang membuat orang-orang ini menjadi kaya raya seperti sekarang saat ini. Bahkan mereka harus membanting tulang mereka untuk mencapai kesuksesan tersebut.

Kisah Pengalaman Para Milyader Saat Usia Muda

Bill Gates merupakan pendiri dari Microsoft. Ia menemukan kecintaanya pada komputer pada usia 13 tahun saat berada di sebuah sekolah di Seattle, Amerika Serikat. Di sana dia menulit kode komputer untuk versi tic-tac-toe dan kemudian bertemu dan memulai bisnis dengan Paul Allen.

Akhirnya, Gates kuliah di Harvard University. Namun, ia keluar pada usia 20 tahun 1975 untuk fokus pada Microsoft. Hal itu yang kemudian menjadikannya miliarder terkaya di dunia.

CEO Amazon, Jeff Bezos memulai karirnya di sebuah restoran cepat saji, yakni McDonalds saat masih remaja. Namun, dia tidak terlalu pandai dalam membuat burger. “Pada minggu pertamaku di tempat kerja, aku menjatuhkan lima galon saus tomat ke setiap celah dapur yang sulit dijangkau,” kenang Bezos.

Orang terkaya nomor dua saat ini, Warren Buffet pernah memperoleh uang sebesar USD $3.000 saat masih berusia 16 tahun. Uang tersebut didapat dari pekerjaan pertamanya yaitu menjadi loper koran The Washington Post. Dia juga menjual bola golf dan perangko dan memasang mesin pinball di tempat tukang cukur.

Warren pernah ditolak dari Harvard Business School. Kemudian, ia memilih kuliah di Columbia Business School dan bekerja sebagai salesman investasi, analis sekuritas, dan pialang saham.

CEO Facebook Mark Zuckerberg mulai membangun program komputer di usia muda. Pada usia 12 tahun, dia menggunakan atari bacsis untuk membuat program olah pesan yang disebut Zucknet.

Di awal masa remajanya di sekolahnya menengah atas, Zuckerberg membangun sebuah program lain yang disebut Sinaps. Bahkan, Microsoft menawarkan untuk membelinya seharga USD 1 juta, namun dia menolak tawaran tersebut.

Kemudian ia memilih untuk memasuki universitas Harvard. Di sinilah Facebook lahir, setelah ia didekati oleh Winklevosse bersaudara, yang dibangun Zuckerberg dalam seminggu. Kemudian, dia keluar dari Harvard untuk mengembangkan aplikasi facebooknya.

Selain berita di atas anda juga bisa baca berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

kisah pengalaman para milyader

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!