Keajaiban Candi Jolotundo Bisa Bikin Pengunjung Awet Muda

Sejarah Keajaiban Candi Jolotundo

Salah satu keajaiban Candi Jolotundo adalah sumber air matanya yang dipercaya memiliki persamaan dengan air zam-zam. Candi ini merupakan bangunan Patirtan peninggalan Raja Udayana dari Bali. Kemudian, Candi ini peruntungkan bagi Raja Airlangga setelah dinobatkan menjadi Raja Sumedang Kahuripan. Candi ini berada di Desa Seloliman, Mojokerto, tepatnya di Jawa Timur.

Secara Geografis Candi ini berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, tepatnya di bukit Bekel, Gunung Penanggungan. Karena keajaiban dan kualitas sumber mata airnya banyak masyarakat Mojokerto percaya bahwa air ini memiliki banyak khasiat. Tidak hanya masyarakat Mojokerto, banyak yang dari luar Mojokerto datang ke Candi ini untuk mengambil airnya.

Candi Jolotundo dibangun dengan memiliki dua tempat mandi dengan didindingkan dengan batu di setiap sisinya. Dengan ukuran 2×2 meter saja tapi tempat ini sungguh sangat di jumpai pengunjung yang penasaran akan khasiatnya. Sumber airnya sendiri keluar dari lubang di tengah batu dinding di sisi timur. Tidak hanya itu, Candi ini juga punya kolam bertingkat dan dibawahnya terdapat kolam berukuran sekitar 6×8 meter. Ikan berukuran besar juga banyak sekali di kolam-kolam tersebut.

Menurut seorang koordinator pengelola Candi Jolotundo, Ahmaji Dipercaya bahwa tempat permandian ini memiliki nilai tinggi. Hal ini karena tempat mandi ini dulunya digunakan oleh para petinggi dan kerabat kerajaan untuk mensucikan diri. Kolom sisi kiri Candi digunakan sebagai tempat permandian laki-laki, sedangkan di sisi kanan untuk perempuan.

Tanggapan Masyarakat Terkait Keajaiban Candi Jolotundo

Masyarakat mempercayai bahwa mata air yang keluar dari Candi ini memiliki banyak sekali khasiat. Mulai dari bisa menyembuhkan berbagai penyakit bisa juga untuk membuat terlihat lebih awet muda. Selain itu, masih banyak sekali khasiat-khasiat yang bisa dirasakan oleh para pengunjung. Biasanya para pengunjung yang berkunkung ke Candi ini mengambil air Candi ini untuk berbagai keperluan.

Candi ini juga memiliki ritual dimana rata-rata pengikut ritual tersebut adalah masyarakat dari Bali. Tepatnya ritual ini diakan menjelang tanggal satu bulan jawa suro. Mereka datang dengan tujuan melaksanakan ritual dan mensucikan diri di Petirhan Jolotundo.

Tempat ini bebas boleh dikunjungi oleh siapapun dan dari kalangan manapun. Para pengelola wisata tidak membatasi siapapun wisatawan yang mengambil air suci ini. Selain itu hadir kabar bahwa Anies disorot media asing karena menang didukung oleh beberapa kelompok fanatik. Baca juga berita-berita yang tidak kalah menarik hanya di LiputanKompas.

keajaiban candi jolotundo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!