Kasus Penipuan Mobil Mewah Korban Rugi Hingga Rp 7 Miliar

Kasus Penipuan Mobil Mewah

Saat ini semakin banyaknya kasus penipuan mobil mewah yang sedang terjadi di Indonesia, Khususnya Ibu Kota DKI Jakarta. Baru-baru ini terjadi kasus penipuan yang menjerat Iwan Cendikia Liman yang sebelumnya membuat polisi mencoba memanggil Iwan. Pria yang berumur 37 tahun ini merupakan warga Jalan Manyar Kertoarjo I dan apartemen Ciputra World.

Setelah polisi mencoba memanggilnya, Iwan tetap tak kunjung datang. Hal ini membuat pihak Bareskrim Mabes Polri memasukan namanya sebagai buronan atau dicari. Iwan sendiri terbelit dugaan penipuan, penggelapan, dan pencuri uang yang dilaporkan Rezky Herbiyano.

Sebelumnya polisi memang sudah mencoba memanggil iwan sebanyak 3 kali, namun hal itu tampaknya sia-sia saja. Saat penyidik menghampiri ke rumah Iwan di Manyar Kertoarjo dan Apartemen Ciputra, ternyata Iwan sudah tidak tinggal disitu lagi. Penyidik kepolisian akhirnya memasukan nama Iwan Cendikia Limin ke DPO yang dikirim ke semua jajaran polri di seluruh Indonesia.

Korban Kasus Penipuan Mobil Mewah Rugi 7 Miliar

Kasus ini berawal dari Rezky menawarkan mobil Ferrari seharga Rp 12 miliar. Mobil Ferrari ini bertipe 458 Spesial tahun 2015 yang dikuasai Iwan Liman dengan melawan hak. Awalnya mobil dibawah Liman untuk ujicoba, ternyata mobil tidak juga dikembalikan. Setelah di cek BPKB dan fakturnya yang ada di leasing telah diambil setelah membayar sisa angsurannya.

Kuasa hukum Rezky meyakini bahwa ini ada kerjasama dengan pihak leasing. Seperti diketahui bahwa mobil itu masih atas bernama Rezky sendiri. ia juga meyakini bahwa ini merupakan kasus penggelapan dan penipuan dana. Korban mengaku telah dirugikan sebesar Rp 7,5 miliar karena ulah Iwan.

Menurutnya, kliennya ini telah membeli mobil seharga Rp 12 miliar, dengan rincian uang muka Rp 4,8 miliar. Administrasi dan lain-lain Rp 637.862.00 dan sisanya diangsur. Pada April 2016 mobil ditawarkan ke Liman, dan Lima janji akan membelinya, tapi akan dicoba dulu. Setelah mobil diserahkan Liman sangat sulit ditemukan.

Handphonenya tidak bisa dihubungi lagi. Namun saat dicoba dicek ke leasing pada November 2016, ternyata sisa angsuran sebesar Rp 6,2 miliar telah dilunasi Liman. Kemudian, surat-surat kendaraan juga sudah diserah ke Liman pada 25 Oktober 2016 sesuai dengan tanda terima berkas.

Selain berita-berita diatas anda juga bisa baca berita-berita menariknya hanya di LiputanKompas.

kasus penipuan mobil mewah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!