Kasus e-KTP, Partai Golkar Diduga KPK Salah Satu Terima Jatah

Partai-partai Besar yang Diduga KPK Terima Jatah Dari Kasus e-KTP

Ada tiga parpol besar yang disebut dalam surat dakwaan korupsi kasus e-KTP, dimana partai Golkar adalah salah satunya. Partai Demokrat dan PDI Perjuangan juga disebut-sebut menerima jatah dari kasus ini. KPK menyebut memang ada rencana alokasi ke parpol-parpol itu.

“Memang bagian dalam dakwaan, dijelaskan di sana. Saksi sampaikan ke terdakwa ada rencana dialokasikan dana RP 500 miliar alokasi parpol,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (13/3/2017).

Febri menyebut KPK akan menguraikan dalam persidangan tentang realisasi alokasi dana itu. Dalam surat dakwaan, KPK memang tidak secara gamblang memerinci hal itu.

“Nanti diuraikan di persidangan sejauh mana realisasinya. Yang kedua, kami lihat lebih jauh. Kalau ada realisasi, apa sudah diterima, institusi atau personal,” imbuhnya.

“Kami klarifikasi di dakwaan. Hal terperinci nanti dilihat di persidangan. Kami masih melakukan persidangan lagi,” sambung Febri.

Dalam surat dakwaan dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong selaku mitra kerja Kemdagri pernah menyampaikan sesuatu. Ia menyampaikan untuk memberikan uang kepada partai politik untuk lencarkan proyek e-KTP. Ada tiga parpol besar yang disebut, yaitu Partai Golgak, Partai Demokrat, dan PDI Perjuangan.

“Bahwa pada akhir Februari 2011, terdakwa II (Sugiharto) ditemui oleh Andi Narogong di ruang kerja terdakwa II. Dalam pertemuan tersebut, Andi Narogong menginformastikan kepada terdakwa II bahwa untuk kepentingan penganggaran. Andi akan memberikan uang sejumlah Rp 520 miliar kepada beberapa pihak,” kata jaksa KPK saat membacakan surat dakwaanya.

Tentang rencana pemberian itu, Sugiharto melaporkannya ke Irman selaku Dirjen Dikcapil saat itu dan disetujui oleh Irman.

Berikut ini perincian rencana pemberian tersebut :

  • Partai Golkar sejumlah Rp 150 Miliar
  • Partai Demokrat sejumlah Rp 150 Miliar
  • PDI Perjuangan sejumlah Rp 80 Miliar
  • Marzuki Ali sejumlah Rp 20 Miliar
  • Anas Urbaningrum sejumlah Rp 20 Miliar
  • Chairuman Harahap sejumlah Rp 20 Miliar
  • Partai-partai lainnya sejumlah Rp 80 Miliar
Baca Juga : Paslon Nomor Urut 3 Minta Bantuan Prabowo Akibat Kehabisan Dana Kampanye

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!