Ditemukan Jenglot di Pantai Ria Kenjeran Surabaya buat Warga Heboh

Heboh Jenglot di Pantai Ria Kenjeran

Setelah ditemukan jenglot di Pantai Ria Kenjeran, Surabaya, sejumlah kejadian aneh pun mulai terjadi. Seorang anggota Satpol PP, Sri Purnomo mengaku didatangi makhluk bertubuh kecil tersebut. Dia melihat makhluk menyeramkan itu di dekat kamar mandi.

Kepala Kecamatan Bulak, Supriyanto pun bercerita bahwa kondisi ekonomi Purnomo sedang sulit saat ini. Diantara lainnya adalah terlilit utang. Purnomo kemudian bilang ke jenglot tersebut untuk berhenti mengikutinya, lantaran tak bakal sanggup merawat. Meski seperti dibayangi atau dihantui jenglot, kata Supriyatno, Purnomo tidak takut. Justru memberikan saran supaya dibawa ke seseorang yang mampu dan bisa melakukan komunikasi dengan dunia lain.

“Atau dikembalikan ke tengah laut. Supaya tidak dijadikan sebagai mistik atau kepercayaan yang mendatangkan rejeki,” ucap Supriyanto.

Saat ditemukan, jenglot temuan tersebut telah terbungkus dalam sebuah kotak. Panjang kota tersebut sekitar 40 sentimeter dengan lebar 10 sentimeter dan tinggi 10 sentimeter. Terlihat juga bahwa jenglot tersebut dibalut dengan kain kafan layaknya pocong.

Jenglot di Pantai Ria Kenjeran Akan Segera Dibuang

Jenglot berciri memiliki tubuh kurus kering, kecil, berkulit gelap. Serta teksturnya kasar, wajah tengkorak, gigi bertaring, rambut dan kuku yang panjang. Kini jenglot itu masih tersimpan dalam kotak yang bertuliskan huruf Arab seperti raja atau jimat. Kini disimpan di kantor Kecamatan Bulak.

“Kita sengaja diamankan di kantor. Karena kita tidak ingin menimbulkan masyarakat resah,” terang Supriyatno.

Jenglot tersebut ditemukan warga Senin (16/10) sore. Saat itu banyak warga dan pengunjung di Pantai Ria Kenjeran Surabaya. Tiba-tiba melihat ada seseorang membuang sesuatu aneh. Saat didekati dan dilihat ternyata kotak berisikan boneka terbungkus kain kafan seperti pocong. Temuan itu langsung dilaporkan ke Satpol PP wilayah Kecamatan Bulak.

Sejak benda tersebut disimpan, bau anyir tercium dari ruangan di Kantor Kecamatan Bulak. Terlebih saat kotak penyimpanan jenglot dibuka. Beberapa petugas dan staf di Kantor Kecamatan Bulak, langsung menutup hidung. Rencananya, pihak kelurahan akan melarung atau menghanyutkan jenglot ke laut. Hal ini dilakukan agar tidak membuat masyarakat resah.

Baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!