Jawa Tengah Dilanda Kekeringan, Petani Ini Punya Cara Kreatif

Jawa Tengah Dilanda Kekeringan

Sebagian besar wilayah di Sragen, Jawa Tengah dilanda kekeringan yang sangat parah. Bahkan di antaranya harus merelakan pertaniannya mengering akibat langkanya air bersih. Namun hal yang berbeda justru dirasakan oleh petani di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gondang, Sragen. Mereka memiliki siasat sendiri untuk menghadapi kekeringan yang terjadi setiap tahun.

Saat banyak petani mengeluh tak bisa memproduksi pertanian, petani Tegalrejo justru masih meraup untung dari tanaman yang ditanam ketika kemarau tiba. Cara mereka adalah beralih menanam palawija yakni kedelai musim tanam III yang identik dengan kemarau panjang.

“Kalau tanam palawija lebih mudah daripada tanam padi. Tidak butuh banyak air dan biaya. Biaya produksinya juga lebih sedikit”, kata Ketua Gapoktan.

Ia mengatakan ada sekitar 95 hektare dari total lahan pertanian 249 hektare di Desa Tegalrejo. Lahan tersebut selama ini memang lebih mengandalkan turunnya air hujan. Tentu yang dimaksudnya sebagai sumber pengairan, namun karena musim kemarau tiba, komoditas kedelaiu jadi pilihan utama mereka.

Kepala Desa Tegalrejo Heru Setyawan membenarkan hal tersebut. Selama kemarau atau MT III sebagian petani memang menanam palawija khusus untuk lahan seluas 95 hektare tersebut. Petani selama ini hanya mengandalkan suplai air dari Waduk Gebyar, Kecamatan Sambirejo untuk mengaliri lahan dengan volume yang terbatas.

“Kalau musim kemarau seperti ini debitnya juga sangat kecil. Makanya khusus lahan tersebut hanya ditanami palawija,” kata dia.

Wawan pun mengapresiasi perubahan komoditas padi ke kedelai dapat menghemat pengeluaran untuk irigasi. Tidak hanya itu budi daya kedelai itu justru bisa mendukung program swasembada kedelai yang selama ini juga digencarkan pemerintah.

“Alhamdulilah hasil panen kedelainya juga bagus. Kami bangga petani kami sangat kreatif dan tidak bergantung pada satu komoditas saja,” ujarnya.

Baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!