Inggris Sering Terkena Aksi Teror Dalam Beberapa Bulan Terkahir

Inggris Sering Terkena Aksi Teror

Inggris sering terkena aksi teror dalam beberapa 3 bulan terakhir. Setidaknya sudah ada 4 aksi teror di Inggris. Hal ini membuat negara tersebut sering menjadi sasaran aksi teror.

Pada Rabu (22/3) lalu, serangan teror terjadi di jantung kota London yang menewaskan seorang polisi dan dua warga sipil. Pelaku dalam teror di London ini menabrakkan mobilnya ke arah orang-orang yang ada di jalur pejalan kaki Jembatan Westminster.

Pelaku kemudian keluar mobil dan berlari ke gerbang Gedung Parlemen sambil membawa dua pisau besar. Di dekat post keamanan, pelaku menyerang seorang polisi yang sedang berjaga. Polisi bernama Keith Palmer itu tidak membawa senjata saat diserang dan akhirnya tewas. Sebelum sempat masuk ke dalam Gedung Parlemen, pelaku ditembak mati polisi lainnya yang membawa senjata.

Pelaku diketahui merupakan pria kelahian Inggris. Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror itu. Dalam peristiwa keji ini, lebih dari 40 orang menjadi korban luka. Meski sebagian besar korban merupakan warga Inggris, setidaknya korban-korban tersebut berasal dari 11 negara berbeda.

“Selain 12 warga Inggris yang dibawa ke rumah sakit, kita tahu bahwa para korban termasuk tiga anak-anak asal Prancis, dua warga Rumania. Tidak hanya itu, empat warga Korea Selatan, satu warga Jerman, satu Warga Polandia, satu warga Irlandia juga terkena musibah. Ternyata masih ada lagi warga yang lain dari China, Italia, Amerika, dan warga Yunani,” terang PM May seraca rinci.

Inggris Sering Terkena Aksi Teror Salah Satunya Konser Ariana Grande

Setelah di Jembatan Westminster, aksi teror di Inggris terjadi di Manchester, Senin (22/5) malam waktu setempat. Aksi bom bunuh diri tersebut dilakukan seorang pemuda Inggris keturunan Libya, Salman Abedi (22). Tepatnya di konser Ariana Grande yang berada di Manchester Arena.

Sedikitnya 22 orang, termasuk anak-anak, tewas akibat teror bom ini. Abedi meledakkan diri dengan bom rakitan di salah satu pintu keluar Manchester Arena sesaat usai konser berakhir. Kebanyakan penonton konser Ariana Grande masih berusia anak-anak dan remaja.

Baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

inggris sering terkena aksi teror

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!