Ilmuwan-ilmuwan Anak Bangsa yang Berprestasi di Mata Dunia

Ilmuwan-ilmuwan Anak Bangsa Berprestasi

Setelah diterjang kabar tidak mengenakan, sebenernya Indonesia mempunyai ilmuwan-ilmuwan anak bangsa yang di akui di mata dunia. Sebelumnya kabar tidak enak tersebut datang dari Dwi Hartanto. Kabarnya ia memang merupakan seorang ilmuwan asal Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Belanda. Namun, belum lama ini ia ketahuan melakukan klaim prestasi palsu.

Dwi mengklaim sebagai kandidat profesor di Technische Universitet Delft, Belanda. Ia mengklaim bahwa ia telah diminta untuk mengembangkan pesawat jet tempur generasi keenam. Jika jadi pesawat ini akan berada jauh di atas F-35 atau Sukhoi SU-50. Namun, klaim ini bohong belaka. Dwi mengakui proyek soal jet generasi keenam ini tak pernah ada.

Dwi juga mengaku beberapa paten yang diakuinya di media sosial cuma bohong belaka. Dwi pernah memposting dirinya mengenakan kartu pengenal dengan jabatan Direktur Tehnik di European Space Research and Technology Centre. Rupanya itu cuma karangan Dwi saja. Untungnya banyak ilmuwan lain dari Indonesia yang benar-benar berprestasi dan diperhitungkan dunia. Berikut ini adalah putra Indonesia yang berhasil mengharumkan nama Indonesia ke mata dunia.

Daftar Ilmuwan-Ilmuwan Anak Bangsa Membanggakan di Mata Dunia

Sedyatmo penemu ‘konstruksi cakar ayam’ pada tahun 1962. Pondasi yang dibuatnya mampu mengurangi hingga 75 persen tekanan pada permukaan tanah di bawahnya dibandingkan dengan pondasi biasa. Hasil temuannya tersebut telah dipatenkan dan dipakai di luar negeri. Seperti Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, Amerika Serikat, hingga Belanda.

Khoirul Anwar pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM. OFDM merupakan teknik modulasi untuk komunikasi wireless broadband yang tahan melawan frekuensi selective fading. Tidak hanya itu, mampu juga melawan interferensi narrowband dan efisien menghadapi multi-path delay spread. Temuan ini telah dipatenkan tahun 2010 dan kemungkinan besar dipakai untuk teknologi masa depan.

Yogi Ahmad Erlangga adalah seorang ilmuwan muda Indonesia peraih gelar doktor dari Universitas Teknologi Delft, Belanda. Gelar ini diraihnya pada usia 31 tahun. Metode baru yang ditemukannya untuk menyelesaikan Persamaan Helmholtz membuat banyak perusahaan minyak dunia gembira. Sebab, dengan metode temuan Yogi, perusahaan minyak dapat lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi. Rumus ini juga bisa diaplikasikan di industri radar, penerbangan, dan kapal selam.

Baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!