Usai Hotel Alexis Resmi Ditutup, Sandi Siapkan Lowongan Pekerjaan

Hotel Alexis Resmi Ditutup

Ribuan pegawai Hotel Alexis berpotensi menjadi pengangguran usai Hotel Alexis resmi ditutup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemprov DKI menolah permohonan tanda daftar usaha pariwisata yang baru saja diajukan. Oleh Karena itu, Alexis harus menutup usahanya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno telah menyiapkan lapangan pekerjaan untuk para pegawai. Recanannya para pegawai ini akan diikuti program One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship yang bergerak di usaha perhotelan.

Sandiaga mengatakan Pemprov DKI akan memfasilitasi para pegawai Alexis tak terkecuali bagi pegawai wanita. Apalagi, ini diterapkan bagi mereka yang memiliki KTP Jakarta. “Nanti tentunya dari Kadisnaker bisa mendata teman-teman dari Alexis Group yang harus direlokasi pekerjaannya. Dan juga yang bergerak di bidang restoran agar mereka bisa mendapatkan lapangan pekerjaan setelah proses perpanjangan usaha Alexis ditotal Pemprov,” jelas Sandiaga.

Sandi Ajak Perdalam Ilmu Usai Hotel Alexis Resmi Ditutup

Sandiaga juga mengusulkan untuk para pekerja tak kembali bekerja di tempat yang serupa dan lebih memilik memperdalam ilmu agama. Salah satunya dengan mengikuti pengajian di Syarikat Islam. “Ya untuk yang berKTP DKI saya usulkan bisa ikut pengajian di Syarikat Islam,” ungkap Sandiaga.

Hamdan Zoelva selaku Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam siap menampung para pekerja terkait pernyataan Sandiaga. Hamdan ingin memberikan fasilitas untuk belajar agama sehingga bisa membantu mereka kembali ke jalan yang benar.

Sebelumnya, Legal & Corporate Affair Alexis Group, Lina Novita mengatakan, Alexis total memiliki 1.000 orang pegawai. Dari jumlah tersebut 600 orang merupakan pegawai tetap dan sisanya 400 orang adalah pegawai lepas. Mereka juga menyatakan bahwa dari 1.000 pegawai itu 150 orang di antaranya merupakan pegawai hotel dan pijat di Alexis. Pihaknya juga membantah mempekerjakan pekerja asing sebagai karyawan maupun terapis.

“Tak benar. Kalau ada event orang asing ngadain acara, itu dari mereka. Kami kan membuka, kalau ngadain acara silakan. Kami juga tak membatasi siapapun beraktivitas. Kalau ada anak bangsa atau siapapun yang beraktivitas, kita tak bisa batasi. Kalau jumlah karyawan untuk pijat dan hotel itu 150,” jelas Legal & Corporate Affair Alexis Group.

Baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!