Hary Tanoe Dijadikan Tersangka Atas Dugaan SMS Ancaman

Hary Tanoe Dijadikan Tersangka

Mabes Polri telah memastikan bahwa Hary Tanoe dijadikan tersangka atas kasus dugaan SMS ancaman kepada jaksa Yulianto. Penyidik sudah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan.

SPDP kasus Hary Tanoe diterbitkan penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri pada Rabu (21/6). Ia diterbitkan sebagai tersangka dalam surat pemberitahuan dimulainya penyidikan atau SPDP.

Kejaksaan Agung sebelumnya menyebut sudah menerima SPDP Hary Tanoe dari Polri. Dalam SPDP dicantumkan status Hary Tanoe sebagai tersangka sejak 15 Juni 2017.

Hary Tanoe Dijadikan Tersangka, Hotman : Tidak Terbukti

Pengacara Hary Tanoe, Hotman Paris Hutapea, sebelumnya menilai kasus SMS yang dianggap sebagai ancaman kepada jaksa tidak terbukti. Apalagi pembantu dan sopirnya saja mengatakan SMS tersebut bukan merupakan ancaman. Menurut Hotman, apalagi kasus masih terus berlanjut akan menjadi lelucon dalam sejarah hukum Indonesia.

Selain itu, Hotman juga mempertanyakan pasal yang digunakan polisi. Pasal tersebut merupakan Pasal 29 UU Nomor 11/2008 tentang ITE jo pasal 45B UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan UU ITE Nomor 11/2008.

Pasal tersebut menurutnya memiliki syarat mutlak. Menurutnya apabila informasi elektronik ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara khusus kepada pribadi tertentu. Pasal 29 UU ITE sambungnya mensyaratkan harus adanya ancaman yang ditujukan secara tegas kepada seseorang.

Sedangkan isi SMS Hary Tanoe kepada jaksa Yulianto ditegaskan Hotman bersifat umum dan idealis sehingga tidak berisi ancaman. Menurutnya kalimat dari SMS yang dikirim Hary Tanoe bukan ditujukan kepada jaksa Yulianto secara individu.

Selanjutkan, Hotman menjelaskan dalam kutipan SMS. “kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar”. Dalam kalimat itu Hary Tanoe tidak menyebut pihak siapa yang salah dan benar. Sedangkan soal kata mengenai pemimpin negeri, hal itu merupakan bahasa normatif.

Pada Januari 2016, jaksa Yulianto, yang menangani kasus Mobile-8, mengadu ke Bareskrim Polri. Di surat laporan Yulianto, nama Hary Tanoe tertulis sebagai terlapor. Yulianto mengaku mendapat SMS ‘kaleng’ tiga kali, pada 5 dan 7 januari serta 9 Januari. Dia juga mendapat pesan WhatsApp. Selain berita di atas, baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

Hary Tanoe Dijadikan Tersangka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!