GUDANG PETASAN DI KOSAMBI MELEDAK TERDAPAT BANYAK KORBAN

GUDANG PETASAN DI KOSAMBI MELEDAK TERDAPAT BANYAK KORBAN

GUDANG PETASAN DI KOSAMBI MELEDAK TERDAPAT BANYAK KORBAN : Sebanyak 47 pekerja hangus terpanggang usai api melumat gudang kembang api Kompleks pergudangan 99 Desa Cengklong Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang Banten. Para korban tewas setelah tak bisa menyelamatkan diri usai terjebak di dalam saat api tengah melalap gudang.

Korban tewas diidentifikasikan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur. Kondisi jenazah korban kebakaran lebih parah dibanding korban kapal motor Zahro Express di Muara Angke. $& kantong jenazah tengah diidentifikasikan pihak forensik. Sementara dari kegiatan antemortemnya telah menerima 11 keluarga serta 7 diantaranya sudah diambil sampel DNA.

Sementara 46 lainnya mengalami luka bakar. Korban luka sempat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit seperti RSIA BUN. Sedangkan enam korban luka lainnya dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Enam korban terpaksa menjalani perawatan intensif karena luka bakar cukup serius. Luka bakar dialami korban mulai dari 30 persen hingga 80 persen.

Hasil penyelidikan kepolisian di ketahui jumlah pekerja di gudang kembang api itu sekira 130 orang. Pabrik itu dikontrak atas nama PT Panca Buana Cahaya Sukses. Pabrik ini bergerak dibidang pembuatan kembang api kawat dan sudah beroperasi sekira 2 bulan. Pemilik diketahui berinisial IL (40) yang beralamat di Kalideres Jakarta Barat.

Pihak Kepolisian masih menyelidiki jumlah korban luka dan tewas. Sebab dari data diketahui pekerja saat itu berjumlah 103. Sedangkan korban tewas 47 dan luka 46 jika ditotal mencapai 93 orang. Hal itu diketahui ketika dua saksi tengah mengerjakan pemasangan atap bangunan Mes di dekat lokasi.

Keduanya mendengar ledakan di bagian atap pabrik petasan kembang api tersebut. Usai mendengar ledakan itu saksi kemudian melihat percikan api yang  menyebabkan pabrik tersebut terbakar. Sejauh ini pemilik dan manger perusahaan telah diperiksa kepolisian. Pemeriksaan meliputi penyebab kebakaran termasuk izin perusahaan.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan perusahaan itu memiliki izin resmi sejak tahun 2016. Namun tak menutup celah adanya kesalahan sehingga menimbulkan banyaknya korban jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!