Gelar Pesta Seks, Para Kaum Gay Ini Digerebek Polisi di Hotel

Kaum Gay Gelar Pesta Seks

Satuan Reskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur menggerebek para kaum gay saat mereka sedang gelar pesta seks. Gabungan ini merupakan dari unit perlindungan perempuan dan anak. Penggerebekan ini dilakukan di salah satu hotek di Jalan Diponegoro hari Sabtu (29/4).

Sebelumnya mereka sempat mengadakan acara yang sama di Madiun. Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Shinto Silitonga. Namun tampaknya acara tersebut tidak dapat respons dari undangan.

ketikan akan digelar di Surabaya itu mendapat tanggapan dari para peminat. Undangan itu disebar melalui Blackberry Messenger. Persyaratan bergabung dengan wajib membayar uang pendaftaran. Harganya kisaran Rp 50rb hingga Rp 100rb, sebagai syarat menjadi member.

Gabungan Reskrim Polres ini mendapat informasi dari warga tentang adanya party seks yang dilakukan di salah satu hotel di Surabaya. Mendengar hal tersebut, dengan reaksi cepat melakukan penggerebekan terhadap hotel itu. Ada dua kamar yang digunakan kamar nomor 314 dan 303. 11 orang berada di kamar 314 dan tiga orang lainnya di kamar 303. Saat melakukan proses penggerebekan ada di antara mereka tidak mengenakan busana sama sekali. Tidak hanya itu, semuanya yang berada di dalam kamar tersebut juga laki-laki.

Shinto dan pihaknya juga menemukan sebuah golok. Ditemukannya golok tersebut di sebuah mobil Mitsubisi Strada Triton milih salah satu peserta party gay. Setelah diteliti, mereka tidak hanya datang dari Surabaya, melainkan juga dari kota sekitarnya. Mereka datang dari kota Jombang, Madiun, dan Sidoarjo, bahkan dari Yogyakarta.

Hukuman Tersangka Gelar Pesta Seks

Mereka yang hadir dalam pesta tersebut mengaku telah mendapat undangan dari beberapa hari yang lalu. Recananya party seks gay itu akan dilaksanakan selama tiga hari. Dimulai dari hari Sabtu sampai dengan hari Selasa pagi.

14 tersangka akan dijerat Pasal 32,33,34 dan Pasal 36 UU Nomor 44/2008 tentang Pornografi. Tak hanya itu, Pasal 45 UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Mereka juga akan dijerat Pasal 55 dan 56 KUHP tentang pemberian bantuan dan bersama-sama melakukan tindak pidana. Serta Pasal 2 UU Darurat Nomor 12/1951 tentang kepemilikan senjata tajam.

Selain berita di atas, anda juga bisa baca Kim Jong-un berencana mengakhiri dunia. Serta masih banyak lagi berita-berita yang tidak kalah menariknya hanya di LiputanKompas.

gelar pesta seks

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!