Festival Penis 2017 di Jepang Dipadati Penduduk Lokal dan Turis

Festival Penis 2017

Untuk urusan festival yang beda, mungkin Jepang juaranya. Awal April kemarin, Jepang baru saja menggelar kembali Festival Penis. Diselenggarakan pada hari Minggu kemarin (2/4).

Seperti yang sudah-sudah, tahun ini Festival Penis kembali digelar di Kuil Kanayama yang berada di Kota Kawasaki. Kalau dari Tokyo, Kawasaki dapat ditempuh dengan perjalanan darat via mobil selama 43 menit.

Ribuan orang pun kembali memadati Festival Penis atau yang disebut dengan Kanamara Matsuri oleh masyarakat Jepang. Baik masyarakat hingga wisatawan sangat antusias untuk melihat hingga turut serta dalam salah satu festival Jepang yang paling tidak biasa.

Festival tersebut memiliki sejarah panjang dan menjadi simbol kesuburan hingga penggalangan dana untuk penelitian HIV. Jadi ada pesan dan aksi kebaikan yang ditonjolkan.

Sedangkan dari unsur sejarah, Festival Penis hadir sebagai ritual pengusir setan jahat. Konon dipercaya tinggal dalam alat kemaluan wanita yang dikutuk pada abad ke-17 silam.

Caranya adalah dengan melakukan arak-arakan patung berupa penis raksasa. Digotong secara manual oleh para peserta pawai. Festival ini pun sudah dilakukan sejak tahun 1969 atau sekitar 48 tahun silam.

Tahun ini, ikon utama festival ‘Elizabeth’ juga kembali muncul. Elizabeth sendiri bukanlah orang, melainkan sebuah penis raksasa berwarna pink yang menjadi pusat perhatian festival.

Kehadiran ‘Elizabeth’ pun menjadi salah satu alasan utama, kenapa para traveler rela datang ke Kanamara Matsuri. Selain ‘Elizabeth’ festival pun juga diramaikan oleh berbagai atribut bertema penis. Sebut saja gantungan kunci hingga permen yang dibuat layaknya penis. Nyeleneh memang.

Selain larut dalam keseruan festival, tak sedikit masyarakat lokal hingga traveler yang berkunjung ke Kuil Kanamara. Mereka biasanya meminta momongan sampai hubungan rumah tangga yang harmonis

Yang lebih nyeleneh lagi, turut dijual berbagai kaos dan pakaian bergambarkan penis dengan tulisan Kanamara. Selain itu, mereka juga turut menjual alat-alat sex dan juga berbagai macam kondom. Peserta dari festival ini juga hadir dari beragam usia.

Baca Juga : Syarat Untuk Freeport Jika Ingin Memperpanjang Kontrak 20 Tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!