Donald Trump Terpilih, Kepala Bappenas Khawatir

Donald Trump Terpilih Jadi Presiden Membuat kepala Bappenas khawatir perang dunia ke-3

Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika serikat yang ke 45. Tentu ini merupakan hal yang sangat tidak terduga. Banyaknya permasalahan-permasalahan Donald Trump yang tentu menjadi kontroversi. Kekhawatiran dari berbagai negara di dunia karena takut adanya pemicu perang dunia ke tiga dibawah kepimpinan Trump.

Selama ini Amerika Serikat dikenal sebagai Negara Adidaya yang memiliki kekuatan militer besar. Bahkan, negara ini kerap terlibat dalam peperangan di beberapa negara, seperti Irak dan Afghanistan dengan berbagai alasan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro khawati, dengan kepemimpinan di bawah Donald Trump, Amerika Serikat akan kembali menciptakan peperangan yang menggoyang perekonomian dunia.

Baca juga : Meski Sudah Terpilih, Demo Anti-Trump Semakin Luas

“Kalau republikan jadi presiden kecenderungan ingin perang, jangan sampai ganggu ekonomi dunia, karena tadi ingin senjata laku,” ujar Bambang, dalam acara diskusi peran generasi millenial dalam mewujudkan nilai perjuangan di Era Pembangunan,” di Perbanas, Jakarta, Sabtu (12/11/2016)

Menurut dia, keterlibatan AS dalam beberapa peperangan karena beberapa alasan, seperti untuk menciptakan pahlawan baru dengan menciptakan perang,” ujarnya.

Namun dia meminta hal tersebut sebaiknya tidak ditiru Indonesia. Untuk menjadi pahlawan, rakyat Indonesia bisa melakukan dengan membangun bangsa.

Bambang melanjutkan, keterlibatan AS dalam peperangan juga terdorong kepentingan bisnis atau ekonomi, yaitu persenjataan. Agar persenjataan yang dibuatnya laku, perang adalah salah satu pasarnya.

“Amerika Serikat hobi perang semata-mata bisnis. Namanya peta politik global ketika Amerika atau negara besar lain inisiasi perang supaya industri senjata laku,” ungkap Kepala Bappenas tersebut, Bambang Brodjonegoro.

ini bisa dilihat dalam ketelibatan Amerikat Serikat pada perang di Timur Tengah. Selain dengan alasan bisnis persenjataan, negara ini juga mengincar sumber daya alam berupa minyak di wilayah tersebut.

“Perang Timur Tengah, global senjata minyak itu karen ekonomi. Kecuali negara lokal untuk mempertahankan sesuatu, atau merebut sesuatu kalau negara maju perang untuk sumber daya alam dan senjata,” tutup Bambang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!