DOKTER BERHASIL MEMISAHKAN BAYI KEMBAR SIAM DI MEDAN

DOKTER BERHASIL MEMISAHKAN BAYI KEMBAR SIAM DI MEDAN

 

Kondisi bayi kembar Sahira- Fahira telah stabil. Keduanya telah menjalani operasi pemisahan awal pekan lalu. Keduanya pun telah melewati masa kritis. Meski telah melewati masa kritis kedua bayi perempuan ini tetap dirawat intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Tim medis RSUP H Adam Malik Medan masih harus memantau perkembangan kesehatan keduanya. Terlebih bayi Sahira memiliki kelainan jantung bawaan.

Kedua bayi tersebut masih mendapat asupan gizi langsung ke lambung dengan bantuan alat nasro gastric tube (NGT) melalui hidung. “Untuk bayi Sahira tim medis tetap memberikan obat-obatan khusus jantung dan akan dipantau terus perkembangannya,” kata Prof dr Guslihan Tjipta, Ketua Tim Khusus Penanganan Bayi Sahira-Fahira di RSUP H Adam Malik Medan.

Tim medis juga belum dapat memastikan kapan bayi Sahira dan Fahira diizinkan pulang. Mereka menunggu hemodinamik atau sistem aliran darah di tubuh kedua bayi berjalan baik. “Dengan begitu Sahira dan Fahira dapat tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lain. Jadi tim medis masih harus memantau perkembangannya,”ucap Guslihan.

Bayi Sahira dan Fahira merupakan putri dari pasangan Kadarusman dan Agustina. Mereka lahir pada 24 Maret 2017 dengan kondisi dempet dada dan perut. Kondisi kedua bayi yang stabil mengindikasikan suksesnya operasi pemisahan tersebut. Operasi ini melibatkan tim khusus yang terdiri dari 56 tenaga medis. Seluruh rangkaian proses operasi melibatkan dokter ahli bedah anak, ahli bedah plastik, ahli bedah jantung, alih bedah saluran cerna, ahli anestesi anak, ahli anestesi jantung, dan tenaga keperawatan terampil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!