Djarot Ingin Gantikan Ahok di Penjara, Bukan Jadi Plt Gubernur DKI

Djarot Ingin Gantikan Ahok di Penjara

Setelah resmi menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKi jakarta, malah Djarot ingin gantikan Ahok yang telah di vonis 2 tahun penjara. Ia resmi di lantik menjadi Plt DKI Jakarta beberapa jam setelah Ahok ditahan oleh pihak kepolisian.

Keputusan pengadilan terhadap kasus penistaan agama menyatakan Ahok bersalah telah menista agama. Kemudian, pengadilan juga memutuskan untuk memvonis Ahok dua tahun penjara dan langsung di tahan. Ahok ditahan di Rutan Kelas 1 Cipinang.

Tak ada senyum di raut wajat Djarot ketika menerima surat tugas menggantikan Ahok. Padahal, biasanya prosesi serah terima jabatan diselimuti dengan hawa bahagia, namun kenyataannya terasa sangat dingin dan sedih kali ini.

Djarot menyambut kedatangan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Balai Kota DKI Jakarta. Tepatnya di Jalan Medan Merdeka Selatan. Tampak sama sekali tidak ada raut wajah kegembiraan yang terpancar di wajah mantan wakil Gubernur DKI Jakarta ini. Wajahnya sangat datar, bahkan tak ada candaan dengan Tjahjo yang masi satu partai dengannya ini.

Momen penyerahan terima surat tugas itu pun tak dihiasi foto bersama atau foto saling bersalaman. Biasanya momen ini dihiasi foto bersama guna untuk menunjukkan keakraban dan kekompakan. Ketimbang itu semua, Djarot malah lebih memilik kembali ke tempat duduknya dan membiarkan Tjahjo dengan awak media.

Bukan Jadi Plt, Djarot Ingin Gantikan Ahok

Saat pengambilan foto penyerahan surat tugas pun Djarot berdiri sekenanya tanpa ekspresi bahagia. Serah terima jabatan pun sangat berlangsung cepat. Djarot lebih memilih mengutarakan keinginan terdalamnya. Saat ini Djarot akan menjadi penjamin untuk penangguhan penahanan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Ahok.

“Kalau sampai ada apa-apa, saya yang akan menjamin. Jaminan itu jaminan menyeluruh. Termasuk ada apa-apa, saya menggantikannya di penjara,” kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta.

Djarot juga mengatakan surat pengajuan penangguhan penahanan itu sudah di tanda tangani. Surat tersebut juga sudah diserahkan ke Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Namun Djarot tidak tahu apakah jaminan tersebut bisa membuat Ahok tidak ditahan dan kembali aktif menjadi gubernur DKI. Djarot menyerahkan keputusan itu kepada Kementerian Dalam Negeri.

Selain berita diatas anda juga bisa baca berita-berita menarik lainnya hanya di Liputankompas.

djarot ingin gantikan ahok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!