Bendera Indonesia Terbalik di Buku Panduan SEA Games 2017 Malaysia

Bendera Indonesia Terbalik

Pembukaan SEA Games 2017 diwarnai dengan penuh kekecewaan karena bendera Indonesia terbalik dalam buku panduan SEA Games 2017. Hal itu pun sontak membuat geram masyarakat Indonesia. Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Imam Nahrawi merupakan orang yang pertama kali menemukan kejanggalan tersebut. Karena kejanggalannya tersebut ia mempublikasikannya di akun Twitter miliknya.

Usai mempublisnya seluruh masyarakat Indonesia pun turut menyampaikan pendapatnya dan kekesalannya terhadap Malaysia melalui berbagai media sosial. Wajar saja, pasalnya bendera merupakan simbol negara dan jelas menyangkut harkat dan martabat bangsa.

Kemenpora menerbitkan sebuah tulisan yang berisi kronologi kejadian terkait terbaliknya bendera Indonesia dalam buku souvenir spesial SEA Games 2017, menurut penuturan Imam Nahrawi. Berikut adalah kronologi peristiwa terbaliknya bendera Indonesia.

Kronologi Bendera Indonesia Terbalik

“Saya mengikuti prosesi upacara pembukaan SEA Games 2017, dan duduk di barisan tamu dan undangan. Kemudian menerima spesial souvenir yang di dalamnya terdapat buku spesial souvenir. Serta beberapa merchandise dari panitia pelaksana” tulis Imam di laman resmi Kemenpora.

“Di tengah-tengah berlangsungnya kemeriahan acara pembukaan SEA Games 2017, ada kejadian yang membuat terkejut. Menemukan Majalah Panduan yang mencantumkan Bendera Indonesia dalam keadaan terbalik. Tepatnya di informasi negara-negara yang pernah menjadi tuan rumah SEA Games,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Imam pun mengaku sangat menyesali adanya peristiwa tersebut. Pasalnya, Pria 44 tahun itu menilai bahwa SEA Games seharusnya dijadikan ajang untuk mengusung semangat persaudaraan dan persahabatan.

“Saya menyesali peristiwa yang terjadi di tengah-tengah peristiwa yang sangat bersejarah di kawasan Asia Tenggara ini. Pesta olahraga bangsa-bangsa yang mengusung semangat persaudaraan dan persahabatan,” tulis Imam.

“Saya tidak mengetahui apakah ini faktor kesengajaan atau tidak, namun saya yakin tamu-tamu dan undangan negara lain juga telah melihatnya. Saya belum mendengar informasi apakah buku ini akan dicabut atau direvisi dan sebagainya. Namun bagi saya persoalan pencantuman terbaliknya bendera ini menyangkut harkat dan martabat bangsa,” lanjutnya.

“Bendera Merah Putih sangat mudah warnanya dibandingkan dengan bendera negara lain yang lebih rumit. Sementara negara lain yang benderanya lebih rumit tidak terbalik dalam penempatannya,” pungkas Imam.

Baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!