Bahaya Obat PCC Membuat Seorang Remaja Tewas Tidak Sadarkan Diri

Bahaya Obat PCC

Dibawah pengaruh bahaya obat PCC, seorang remaja di Kendari mengalami sejumlah hal yang menyeramkan. Mulai dari berlaku agresif hingga seperti yang dilakukan oleh Riski (20) yang tewas tenggelam setelah lari ke laut. Bisa di bilang saat ini obat tersebut sedang marak sekali karena terlalu banyak korban dari obat tersebut dalam jangka waktu yang dekat.

Dokter Hari Nugroho dari IMAN menjelaskan tentang cara kerja obat tersebut. Ia merupakan seorang dokter yang sudah lama bergelut dibidang rehabilitasi ini. Obat PCC pada umumnya memiliki fungsi sebagai relaksan otot-otot yang kejang sehingga biasa digunakan sebagai pereda nyeri pinggang. Namun tampaknya obat juga bekerja menargetkan saraf di otak.

“Mekanisme pasti karisoprodol sebagai muscle relaxant sebenernya belum pasti. Namun, target reseptor neurotransmitter di dalam otak adalah GABA,” Jelas dokter Hari.

Salah satu efek samping dari pemakaian karisoprodol adalah terjadi serotonin syndrome. Didalam otak terjadi kelebihan serotonin atau hormon yang bisa memberikan rasa senang dan nyaman. Gejala-gejala kelebihan serotonin biasanya ditandai dengan munculnya gejala delirium atau kebingungan mental. Selain itu juga menimbulkan perilaku agitasi, hypomania, insomnia dan lain-lainnya.

Kepala Dinkes DKI Koesmedi Priharto mengatakan obat tersebut bukan jenis terlarang tapi berbahaya bila dikonsumsi secara berlebihan. Koesmedi mengatakan kasus konsumsi pil PCC sama halnya jika mengonsumsi obat umum. Ia juga menegaskan obat PCC adalah jenis obat penghilang rasa sakit. Koesmedi mengimbau masyarakat menggunakan obat sesuai dengan aturan dokter. Walau PCC dianggap legal, penggunaannya diharuskan dengan resep dokter.

Polisi juga mengatakan bahwa pil ini sebenernya tidak menimbulkan dampak signifikan jika dikonsumsi dengan dosis yang sesuai petunjuk dokter. Namun dalam kasus di Kendari, Sulawesi Tenggara, ada yang langsung mengonsumsi 5 butir sekaligus.

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara Asrum Tombili mengatakan korban penyalahgunaan obat PCC dan Tramadol di Kendari bertambah. Total korban hingga hari ini tercatat 76 orang, yang dimana rata-ratanya adalah remaja.

Baca juga berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!