Bahaya Menelan Permen Karet Secara Sengaja Maupun Tidak Sengaja

Bahaya Menelan Permen Karet

Sengaja maupun tidak sengaja, sangat bahaya menelan permen karet dan dampaknya pun sangat mengerikan. Sebagian besar orang memang sangat menyukai permen karet. Selain rasanya yang manis, ada dampak menyenangkan tersendiri untuk beberapa orang mengunyah permen karet.

Apabila menelannya, umumnya orang akan takut jika permen karet bakal terjebak di dalam perut selamanya. Tentu hal ini akan sangat memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan. Namun ternyata tidak hanya hal tersebut yang mampu memberikan dampak buruk, nyatanya masih banyak dampak buruk lainnya bagi tubuh.

Bagian permen karet memang sangat tidak masuk akal. Namun, menelan permen karet tentunya sangat tidak dianjurkan. Tentu hal tersebut akan membahayakan kesehatan tubuh. berikut ini adalah dampak-dampak negatif dari menelan permen karet.

Dampak Bahaya Menelan Permen Karet

Permen karet pada dasarnya memiliki banyak sekali komposisi di dalamnya. Pewarna, gula atau pemanis, pewangi buatan, lemak, resin, lilin, elastomer, dan emulsifiers merupakan komposisi dari permen karet. Efek paling pertama yang akan terjadi adalah berdampak pada hati. Hati merupakan organ tubuh manusia yang bertugas menghilangkan efek bahaya dari racun permen karet sebelum menjadi alergi. Mengunyah permen karet dengan kandungan bahan-bahan di atas plus bahan adiktif di dalamnya tentu bukan hal yang menyehatkan.

Saat permen karet sudah mencapai perut, asam di perut kan berperan untuk memisahkan bahan tertentu yang terkandung dalam permen karet. Gliserin dan zat penyerap minyak peppermint akan dipisahkan. Infeksi tidak terjadi di sini. Semuanya akan tetap aman sampai permen karet turun menuju usus.

Begitu permen karet turun hingga mencapai usus, permen karet akan keluar melalui dubur bersamaan dengan feses. Dibutuhkan waktu 25 sampai 26 jam untuk mengeluarkan permen karet dari tubuh. permen karet memang tidak selalu dapat dikeluarkan oleh tubuh. Dampaknya adalah suhu tubuh kamu akan naik di atas normal. Panas tubuhmu meningkat yang terkadang disertai dengan tekanan darah yang juga naik.

Baca juga berita-berita menarik lainnya hanya di LiputanKompas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!