Dari Sekian Juta Penduduk Amerika Hanya Sepertiga Saja Yang Menilai Kebijakan Trump Lebih Aman

Dari Sekian Juta Penduduk Amerika Hanya Sepertiga Saja Yang Menilai Kebijaka Trump Lebih Aman

Presiden Trump menyebut pmberlakuan larangan perjalanan sementara untuk warga dari tujuh negara Muslim akan membantu melindungi Amerika Serikat dari Terorisme.

Penerapan larangan smentara unutk memasuki Amerika Serikat bagi warga dari tujuh negara Muslim. Oleh Presiden Donald Trump disebutkan untuk melkindungi negara AS dari serangan teroris. Namun hanya kurang dari sepertiga warga AS yang berpikir tindakan itu dapat membuat mereka “lebhi aman”.

Jajak pendapat dilakukan pada 30-31 Januari 2017, ditemukan orang-orang yang mendukung larangan masuk sementara terhadap pengungsi selama 120 hari. Trump membantah kritik yang mengatakan larangan perjalnan itu menargetkan Muslim. Dia mengatakan ” pemeriksaan ekstrim” ini diperlukan untuk melindungi  negara dan perbatasanya. ‘,Ini bukan tentang agama. Ini adakah tentang menjaga kemanan negara kita” ujar Trump.

Reuters/Ipsos menemukan bahwa 49 persen orang Amerika setuju dengan perintah itu dan 41 persen tidak setuju. Selanjutnya, ada 53 persen pendukung Partai Demokrat yang mengatakan mereka sangat tidak setuju dengan tindakan Trump, sementara 51 persen pendukung Partai Republik mengatakan mereka sangat setuju.

Kebanyakan orang Amerika juga tidak berpikir negara harus menunjukkan keberpihakan untuk pengungsi Kristen. Sebanyak 56 persen warga, terdiri dari 72 persen pendukung Demokrat dan 45 persen pendukung Partai Republik, tidak setuju bahwa negara harus “menyambut pengungsi Kristen, tetapi tidak yang Muslim.”

31 persen orang ini mengatakan kebijakan  Trump itu membuat mereka  merasa lebih aman. Sementara 26 persen mengatakan itu membuat mereka merasa kurang aman dan 33 persen lainnya mengatakan tidak akan membuat perbedaan.

Beberapa anggota parlemen dari Partai Republik mengkritik Trump dan mengatakan kebijakannya dapat menjadi bumerang yang memberikan kesempatan rekrutmen baru oleh anggota kelompok teroris.

Perintah eksekutif Trump  itu melarang sementara warga dari Iran, Irak, Libya, Somalla, Sudan, Suriah  dan Yaman. Masuk ke Amerika Serikat selama 120 hari, smentara itu untuk pengungsi  Suriah batas waktu larangan masuk belum ditentukan.

Anggota legislatif dari Republican mengancan pemerintah Trump dengan mengatakan bahwa tindakan itu seperti memberi pesan  baru bagi organisasi teroris untuk perekrutan baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!