Tidak Akan Ada Kata Menyesal Setelah Aku Memilih Bersama Kamu

Apapun yang Terjadi, Aku Memilih Bersama Kamu

Aku Memilih Bersama Kamu kita sudah menjalani pasang surut kehidupan bersama-sama. Hingga sampai pada saatnya kita harus berada pada titik terendah dalam hidup kita. Kau takut bila ku tidak akan bahagia bila melanjutkan kisah ini bersamamu. Namun, aku tidak akan pergi. Apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah menyesal telah memilihmu.

Kau dan aku menjalani hari-hari dengan cara kita sendiri. Sudah cukup lama kita sudah menjalani pasang surut kehidupan secara bersama-sama. Apa yang baik untuk kita, kita jadikan sebagai sarana pembahagia. Sementara apa yang buruk untuk kita, kita jadikan sebagai penghantar pada kedewasaan. Aku nyaman dengan apa yang ada pada dirimu, walaupun kau seringkali menyebalkan. Dan semoga, kau tetap nyaman dengan apa yang ada pada diriku, walau aku tahu bahwa aku sangat keras kepala.

Namun, sejauh ini kita baik-baik saja. Tidak pernah ada yang terluka teramat parah, bahkan sekalipun kita sedang bertengkar. Kau dan aku tidak perlu mengeluarkan banyak air mata untuk bisa berbaikan lagi. Seperti kau menjagaku dan perasaanku, seperti itulah aku akan menjagamu. Menjaga kita.

Namun, kali ini ada kecemasan yang terlihat di matamu, yaitu ketika sampai pada saatnya kita harus berada pada titik terendah dalam hidup kita. Ketika kita harus terjun bebas dari ketinggian tertinggi. Kau terlihat berbeda. Lebih diam. Lebih banyak memikirkan kehidupan yang sebelum ini sering kita tertawakan bersama. Sebelumnya tidak pernah kudengar kau mengeluh pada apapun yang mengenaimu. Karena darimulah aku belajar untuk tidak pernah mengeluh.

Aku Memilih Bersama Kamu

Tapi kali ini kau untuk pertama kalinya bertanya padaku, apakah salah jika kau harus mengeluh. Dan aku tidak mampu menjawabnya, karena aku tahu kau hanya manusia yang juga ada saatnya pernah merasa lemah. Aku tahu, kita hanya sedang diuji. Bukan dengan kesetiaan kita, melainkan dengan keadaan kita.

Yang bisa kulakukan saat ini hanyalah selalu berusaha untuk tetap ada di saat kau butuh. Namun kau perlahan-lahan menjaga jarak dengan kehadiranku. Walau aku sangat ingin memberi ruang bebas padamu, aku tidak bisa melakukannya, karena aku tahu kehadiranku lebih kau butuhkan saat ini daripada ketiadaanku. Sampai pada akhirnya kau menyerah juga. Katamu kau takut bila ku tidak akan bahagia bila melanjutkan kisah ini bersamamu.

Katamu aku akan tersendat-sendat jika terus bersamamu. Katamu, hidupku tidak akan semenyenangkan dulu jika masih terus berada di sampingmu. Tapi, dengan mengucap semua itu aku menjadi benar-benar paham bahwa kau memang sedang benar-benar membutuhkanku. Bahwa hidupmu, hidup kita, memang sedang dalam proses pengujian yang berat. Dan aku ingin melewati semua ujian itu bersamamu.

Aku tidak akan pergi, sekeras apapun kau memintaku pergi. Aku akan tetap di sini, bersama-sama mencoba mencari cahaya, walau kecil, hanya untuk membuat kegelapan ini tersinari. Jangan pernah berpikir bahwa kau adalah manusia yang gagal membahagiakanku. Karena kenyataannya, kaulah bahagiaku. Jangan pernah mengkerdilkan kehebatanmu, karena kaulah hebatku.

Sekeras apapun karang menghujam kaki kita ketika berjalan, setajam apapun hantaman yang kita rasakan, aku tidak akan pernah pergi. Apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah menyesal telah memilihmu. Semoga kau bisa memahami apa maksudku. Percayalah bahwa semua akan baik-baik saja.

Baca informasi : PT Bank Indonesia Meraih Laba Sebesar 3.2 Triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!